Kalahkan 15 Negara di Dunia , Mahasiswa UIN Walisongo Meraih Medali Emas Dalam Kompetisi di Turki

photo author
Chambali, TitikTemu.co
- Rabu, 18 Mei 2022 | 23:26 WIB
Dua Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dari Fakultas Saint dan Teknolog (FST),  yaitu Khoirul Adib (Teknologi Informasi) dan Nur Fatimah (Biologi ) berhasil meraih medali emas dalam ajang kompetisi di Turki   (pic.walisongo.ac.id)
Dua Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dari Fakultas Saint dan Teknolog (FST), yaitu Khoirul Adib (Teknologi Informasi) dan Nur Fatimah (Biologi ) berhasil meraih medali emas dalam ajang kompetisi di Turki (pic.walisongo.ac.id)

TITIKTEMU.CO, TURKI -  Tim mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang mengikuti ajang 1 Idea 1 World yang digelar Turkish Inventors Association (TUMMIAD) dan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) berhasil meraih medali emas dalam ajang tersebut.

Ajang ini digelar di Istanbul Turki pada 16-17 Mei 2022. Tim mahasiswa UIN Walisongo yang berkompetisi dalam kategori education berhasil mengalahkan utusan dari 15 negara lain di dunia.

“Kami bersyukur, kreasi kami berjudul Santri Academy bisa memenangkan kompetisi ini. Kami berharap kreasi kami dapat memberi peran bagi pendidikan non-formal khususnya di bidang agama Islam, karena semua aktivitas belajar agama Islam bisa lebih efisien bagi semua orang,” ujar Ketua Tim Khoirul Adib sebagaimana dilansir dari laman walisongo.ac.id.

Baca Juga: Ini Dia 25 Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah Periode 2022-2026

Untuk diketahui bahwa kompetisi 1 Idea 1 World diikuti oleh 15 Negara dunia. Tim dari UIN Walisongo Semarang merupakan salah satu perwakilan Indonesia yang mengikuti kompetisi ini dan bersaing dengan mahasiswa lain di dunia.

Kompetisi ini juga memamerkan konsep Start Up dari usulan berbagai dunia.

Khoirul Adib melanjutkan, bahwa timnya membuat Start Up dengan judul “Santri Academy”. Konsep itu dikolaborasi dengan teknologi MOOC dan Artificial Intelegence.

Baca Juga: Riko Wahyu Diyanto Atlet Difabel Peraih Medali PON Ikuti UTBK di UNNES

Start Up yang dibuat sebelumnya telah melewati proses panjang, mulai dari seleksi kurasi pada April 2022, hingga diputuskan untuk menjadi perwakilan Indonesia. Tim mahasiwa dipimpin oleh Khoirul Adib dan Nur Fatimah sebagai Promotor Konsep, dan Dr. (Ling) Rusmadi Sebagai Dosen Pembimbing.

Santri Academy yang ditampilkan masih berupa Embrio. Ke depan, akan dikembangkan sesuai rancangan terbaru, sehingga platform dapat memberikan efisiensi bagi yang ingin belajar agama Islam mulai dari pembelajaran membaca Al-Qur’an, Bahasa, sampai membaca kitab kuning.

“Dengan hadirnya konsep Santri Academy ini membuat semua orang bisa belajar agama Islam dengan mudah dan efisien. Selain itu, dengan kita mengikuti ajang internasional. Harapanya bisa membawa dampak positif bagi muslim di dunia,” paparnya.

Baca Juga: Orientasi Pegawai Baru, Calon ASN LapasSemarang Diminta Lari 4,5 Kilometer

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. menyampaikan apresiasinya atas capaian tim mahasiswa tersebut. Secara khusus, Rektor memantau perkembangan lomba sejak keberangkatan tim, presentasi hingga proses berakhir.

“Hasil ini membuktikan bahwa kualitas mahasiswa UIN Walisongo ini mengglobal. Kami punya SDM yang baik, dan iklim yang mendukung pengembangan kreativitas,” kata Rektor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Chambali

Sumber: walisongo.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X