TITIKTEMU.CO, Malang – Nilai rapor siswa sejak smester 1 hingga 5 pada jenjang sekolah menengah atas menjadi penentu siswa untuk bisa mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Siswa yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SNMPTN (eligible) tanpa harus mengikuti UTBK, tentu berusaha mencari tahu, berapa rata-rata nilai rapor agar bisa lolos dan diterima di kampus idaman.
Rata-rata nilai ini, dapat berguna bagi siswa eligible untuk mengetahui apakah nilai rapornya sudah cukup untuk bisa masuk di salah satu jurusan atau prodi yang dipilih.
Namun sejak awal, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menegaskan tidak pernah menetapkan standar nilai rata-rata rapor siswa agar bisa masuk jalur seleksi SNMPTN.
Akun youtube: Sukses Kuliah mengunggah prediksi rata-rata nilai rapor minimal untuk bisa lolos SNMPTN UB pada tahun 2022.
Sumber data yang digunakan adalah Web LTMPT (data tampung + peminat).
Sedangkan gambaran metode yang digunakaan adalah generate random data nilai rapor dengan metode distribusi normal sejumlah peminat dengan parameter mean dan standar deviasi yang sudah ditentukan, kemudian ambil batas nilai sejumlah daya tampung jurusan.
Akun Sukses Kuliah menekankan bahwa rata-rata nilai rapor yang disajikan, sifatnya adalah prediksi dengan perhitungan matematis, karena tidak ada data resmi terkait nilai rapor dari panitia LTMPT.
Selain itu, nilai rapor bukanlah satu-satunya faktor penentu di SNMPTN.
Berikut, prediksi rata-rata nilai rapor minimal untuk bisa lolos SNMPTN Universitas Brawijaya (UB) pada tahun 2022
Baca Juga: Penilaian SNMPTN Unpad Dilakukan Secara Adil, Prestasi Akademik dan Indek Sekolah Jadi Penentu
Rata-rata Nilai Rapor Kelompok Saintek:
- Agribisnis (PSDKU Kediri) = 78,27
- Pendidikan Teknologi Informasi = 81,63
- Instrumentasi = 81,95
- Teknik Pertanian = 82,45
- Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan = 82,59
- Teknologi Bioproses = 82,76
- Teknik Informasi = 82,86
- Agrobisnis Perikanan = 83,06
- Teknik Geofisika = 83,14
- Fisika = 83,27
- Peternakan = 83,84
- Biologi = 83,88
- Kimia = 83,96
- Budidaya Perairan = 83,96
- Pendidikan Dokter Hewan = 83,97
- Teknologi Hasil Perikanan = 84,06
- Manajemen Sumberdaya Perairan = 84,27
- Ilmu Kelautan = 84,29
- Teknik Pengairan = 84,39
- Teknik Kimia = 84,68
- Teknologi Industri Pertanian = 84,96
- Kebidanan = 85,13
- Matematika = 85,25
- Teknik Komputer = 85,40
- Ilmu Keperawatan = 85,64
- Bioteknologi = 85,67
- Teknik Mesin = 85,88
- Teknik Lingkungan = 86,02
- Pendidikan Dokter Gigi = 86,37
- Teknik Elektro = 86,66
- Perencanaan Wilayah & Kota = 86,74
- Sistem Informasi = 86,76
- Ilmu dan Teknologi Pangan = 87,15
- Agroekoteknologi = 87,30
- Arsitektur = 87,30
- Agribisnis = 87,72
- Teknik Informatika = 88,03
- Statistika = 88,08
- Ilmu Gizi = 88,33
- Teknik Industri = 88,35
- Kedokteran = 88,50
- Teknik Sipil = 88,61
- Farmasi = 89
Baca Juga: Begini Kisah Nabi Musa Menyuruh Nabi Muhammad Minta Keringanan Shalat Menurut Gus Baha
Artikel Terkait
Rekrutmen Calon Taruna Akmil TNI AD 2022 Sudah Dibuka, Simak Jadwal dan Syarat Pendaftarannya
Kuliah Gratis di Kampus Negeri Politeknik Nuklir BRIN. Kesempatan Emas, Lulusan SMA Simak Syaratnya di Sini
SNMPTN: Cara Mengetahui Tingkat Persaingan Prodi di PTN Idaman, Cama Harus Tahu, Agar Bisa Lolos!
SNMPTN 2022, Ini Daya Tampung 64 Prodi UI, Calon Mahasiswa Wajib Tahu. Prodi Ilmu Hukum Paling Banyak
SNMPTN 2022: IPB Sediakan 1.760 kursi mulai Prodi Pertanian hingga Ekonomi dan Bisnis
SNMPTN 2022 : Kuota Prodi Favorit di ITB di atas 100. Terbagi di Kampus Ganesha, Jatinangor dan Cirebon
Agar Lolos SNMPTN, Simak Penjelasan Wakil Rektor I Universitas Jember