TITIKTEMU.CO SALATIGA - Saat ini industri permesinan dalam negeri sudah mampu memproduksi mesin lokal yang bermutu.
Salah satunya adalah mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling 3 Axis Supermill yang diproduksi PT Dtech Inovasi Indonesia.
Baca Juga: SNMPTN : Manajemen UNJ Jakarta, Prodi dengan Tingkat Persaingan Tertinggi untuk Klaster Soshum
Baca Juga: LTMPT : SNMPTN 2022 Ditutup 28 Februari, Lakukan 7 Langkah Pendaftaran Segera
Perusahaan yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah itu menjadi pelopor pembuat mesin perkakas produksi yang mempunyai nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Atas pencapaian itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyampaikan kebanggaannya.
Baca Juga: Pemerintah Segera Revisi Aturan Jaminan Hari Tua (JHT)
“Itu levelnya legenda (legend). Most inspirational legend benar ini produk SMK. Kalau level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Mas Arfian (Pendiri perusahaan Dtech) ini levelnya sudah S3,” tutur Wikan seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari laman Kemendikbud.
Mesin CNC memiliki kandungan di atas 40 persen. Selain itu juga telah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh PT Surveyor Indonesia sejak 24 September 2021 dengan nilai TKDN mencapai 40,91 persen.
Dengan nilai kandungan itu maka produk tersebut dianggap telah memenuhi syarat untuk bersaing di pasaran. Khususnya, dalam sektor pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah, BUMN, BUMD maupun swasta.
Baca Juga: Striker Juventus Dusan Vlahovic Mencetak Gol Tercepat Liga Champions, hanya 32 Detik!
“Dengan lolosnya syarat TKDN minimal pada CNC tersebut diharapkan turut mengurangi ‘keran’ impor industri yang selama ini tergantung pada mesin buatan negara lain. Selain itu, pembuatan mesin CNC tersebut juga melibatkan tenaga kerja yang berasal dari SMK sekitarnya,” ungkap Wikan.
Pendiri perusahaan Dtech, Arfian Fuadi menuturkan bahwa cita-cita yang dibangun perusahaannya adalah untuk dapat mengangkat semangat anak bangsa dalam menciptakan inovasi.
“Meski mulanya perusahaan murni melayani pesanan dari luar negeri, namun mulai tahun 2018 kami lebih menaruh perhatian kepada Indonesia. Kami ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia,” ujar lulusan SMKN 7 Semarang tahun 2005 ini.
Artikel Terkait
7 Tahapan Unggah Konten Video di YouTube agar Terindeks di Mesin Pencari dan Ditonton Banyak Orang
Sandiaga Uno Berharap Mesin Zerocov Karya Anak Bangsa Jadi Game Changer Pemulihan Ekonomi & Buka Peluang Usaha
UMS Ambil Sumpah 40 Lulusan Program Profesi Insinyur
SNMPTN: 10 Prodi Saintek Undip Sepi Peminat. Tapi Kedokteran Gigi, Cama Harus Bersaing dengan 42 Orang
Inilah 10 Prodi Soshum Undip Sepi Peminat. Sastra Inggris Memiliki Tingkat Persaingan Paling Tinggi
SNMPTN 2022, Ini Daya Tampung 64 Prodi UI, Calon Mahasiswa Wajib Tahu. Prodi Ilmu Hukum Paling Banyak
SNMPTN: 20 Prodi Saintek Paling Tinggi Tingkat Persaingannya, Teknik Informatika Unpad Bandung Juara