Psikolog Oriza Sativa Himbau Stasiun Televisi Sajikan Tayangan Mendidik Bukan Yang Membuat Bergidig

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Selasa, 7 September 2021 | 19:07 WIB
Psikolog Oriza Sativa (pic. tangkapan layar TV)
Psikolog Oriza Sativa (pic. tangkapan layar TV)

TITIKTEMU.CO 

JAKARTA - Psikolog Oriza Sativa menghimbau para pemilik stasiun televisi menyajikan tayangan yag mendidik. Bukan tayangan yang membuat bergidig. Tontonan-tontonan yang menumbuhkan inspirasi bagi masyarakat. Bukan tontotan yang berorientasi pada upaya mengejar rating yang justru melahirkan sensasi.

Baca Juga: Banjir Kritik, TransTV Minta Maaf Beri Panggung Saipul Jamil

Pernyataann Oriza tersebut disampaian dalam acara dialog live news bersama pengamat dunia hiburan Amazon Dalimuthe dan HM Sholeh Kawi, kakak kandung SJ, di sebuah stasiun televisi swasta, Selasa (7/9/2021),. Dialog live tersebut membahas soal petisi penolakan tayangan SJ di televisi lantaran penyanyi dangdut yang baru keluar dari tahanan tersebut terkait kasus asusila.


“Saya Cuma menekankan pada kasus glorifikasinya, tanpa menyebut siapapun. Kalau saya menyebut SJ, itu karena yang diglorifikasi adalah bang SJ. Jadi tolong dalam kasus ini, biasakan masyarakat termasuk saya meletakkan sesuatu masalah dengan prespektif dan cara pandang yang benar.” Ujar Oriza.

Baca Juga: Psikolog soal Saipul Jamil: Apapun Bentuk Tayangannya, Seharusnya Mempertimbangkan Berbagai Pihak Lain
Oriza mengatakan, semua psikolog punya asumsi sama, bahwa semua orang punya tendensi untuk menyimpang. Tetapi yang menjadi persoalan adalah glorifikasi yang dilakukan pihak lembaga penyiaran. Dia meminta pihak media mengembalikan integritas sesuai visi misinya agar menampilkan tayangan2 bermanfaat. Bukan malah membuat tayangan yang mendatangkan mudharat bagi masyarakat.

Baca Juga: KPAI dan Netizen Kecam Saipul Jamil Muncul di TV, KPI: Nggak Masalah!


“Tontonan yang mendidik, bukan tontonan yang membuat bergidik. Tontonan yang menumbuhkan inspirasi, bukan tontotan yang berorientasi demi mengejar rating yang justru melahirkan sensasi. Dan yang terakhir siapa yang ditampilkan, ini penting, ini titik poinnya. Yg ditampilkan harusnya bukan saja sebagai tontonan tetapi bisa menjadi tuntunan.” Tegasnya Oriza Sativa (ewa)***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X