pendidikan

Hindari 12 Kebiasaan Buruk Merusak Otak Dan Mental, Salah Satunya, Tidur Dengan Kepala Tertutup.

Jumat, 4 November 2022 | 10:06 WIB
12 Kebiasaan yang merusak otak dan mental. Ilustrasi (pixabay.com)

4.Gaya Hidup Kurang Sehat

Tidak salah jika sesekali kita beristirahat ditengah kesibukan kita. Akan tetapi kerja dulu terus-menerus tanpa olahraga dan diimbangi dengan berdampak buruk pada otak dan keseluruhan kesehatan kita.

Kehidupan kurang aktif berhubungan erat dengan penyakit seperti diabetes, gangguan jantung, stroke, pembekuan darah di otak dan sebagainya .Jadi sempatkanlah waktu untuk berolahraga

5.Multitasking

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang sering melakukan pekerjaan secara multitasking Mengalami penurunan kreativitas. Cobalah untuk melakukan pekerjaan dengan membaginya menjadi individu dan kerjakanlah satu persatu.

Baca Juga: Mengenal 8 Khasiat Tanaman Putri Malu. Bisa Mengobati Luka, Bisa Ular hingga Diabetes. Begini Caranya

Jangan mengerjakan pekerjaan yang secara teknis berbeda dalam satu waktu. Dengan begitu kita tidak hanya tetap produktif tapi juga melindungi otak kita.

6. Kurang tidur

Tidur adalah bagian penting bagi kesehatan tubuh dan juga mental. Ketika kita tidur setelah bekerja seharian, otak kita akan beristirahat dan kemudian akan kembali prima.

Akan tetapi jika kita memaksa diri untuk begadang, maka otak kita tidak mempunyai kesempatan untuk beristirahat. Akibatnya kita akan kurang konsentrasi dan yang paling parah meningkatkan resiko penyakit Alzheimer atau kehilangan ingatan.

Baca Juga: Real Sociedad 0-1 Manchester United: Tak Bisa Geser La Real, United Berpeluang Ketemu Barcelona di play off

Inilah Mengapa kita perlu untuk cukup tidur paling tidak 6 sampai 8 jam sehari. Jika sulit untuk tidur, cobalah untuk mengurangi konsumsi kopi, alkohol dan kurangi penggunaan gadget sebelum tidur. Karena ternyata sinar biru dari gadget menyebabkan otak kita terus terjaga sehingga kita akan sulit untuk tidur.

7.Terlalu Sering Di Ruang Gelap

Terkadang kita senang dengan ruang yang gelap karena suasananya yang nyaman tetapi bukan ruang gelap yang tidak ada cahaya yang dimaksud. Tetapi orang yang selalu berada di dalam rumah dan tidak terkena sinar matahari memiliki potensi depresi yang lebih tinggi.

Seseorang yang mengalami depresi akan mengalami penurunan pada kemampuan kognitifnya. Oleh karena itu sesekali kita perlu keluar rumah merasakan cahaya matahari secara langsung.

Halaman:

Tags

Terkini