“Kalau nggak gitu nanti istrinya Rukhin berkurban di SD Wonokromo sama guru-guru laki-laki di situ, lalu Rukhin berkurban dengan guru-guru perempuan di SD Kotagede. Berarti kan istri Rukhin diambil orang?” jelas Gus Baha.
Baca Juga: Hati-hati Memilih Hewan Kurban di Tengah Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Gus Baha mengungkapkan dirinya kerap ditanya mengapa tidak ikut kurban patungan sapi, tapi selalu kurban kambing.
“Saya nggak mau. Kenapa? Karena nanti ke surganya nunggu rombongan. Misalnya saya surganya Januari, tapi Rukhin Desember. Sapinya kan harus nunggu Rukhin dulu. Kelamaan,” ujar Gus Baha.
Mengutip pendapat Imam Malik dalam kitab Mizan Kubro, kata Gus Baha, sebagian ulama mensyaratkan tujuh orang yang kurban patungan 1 sapi harus satu keluarga.
Baca Juga: Kumpulan Quotes Gus Baha yang Bikin Beribadah Jadi Asyik
“Tujuannya ya itu tadi agar tidak sampai bawa istri orang lain. Hahaha…. “
Namun, lanjut Gus Baha, Imam Malik juga mengatakan tidak satu keluarga tidak masalah karena kelak pasti akan diatur Allah SWT.
Terlepas dari contoh tersebut, Gus Baha mengingatkan beramal tidak perlu berpikir secara ruwet, yang penting ikhlas. Sebab, Allah SWT pasti punya cara mengatur.
Baca Juga: Kata Gus Baha: Jangan Terlalu Sering Berdoa, Lakukan Hal Ini agar Allah Mencukupimu
“Nggak usah ruwet mikirnya. Orang kalau beramal ikhlas semuanya pasti akan gampang. Misalnya surgamu dulu, yang satu masih di neraka, ya nanti Allah akan bikin kendaraan khusus. Gitu saja repot,” ujarnya.
Namun, Gus Baha menegaskan menurut syariat lebih baik berkurban 1 ekor kambing untuk satu orang daripada 1 sapi untuk 7 orang.
Gus Baha menambahkan sebagian ulama terdahulu menjelaskan kurban satu kambing lebih baik dari pada ikut patungan sapi atau unta. Tujuh kambing itu manfaatnya lebih banyak dari pada seekor sapi
“Logikanya begini, kambing kalau sendirian lebih baik dari pada urunan sapi tujuh orang. Karena orang yang berkurban bisa menumpahkan darah atau menyembelih sendirian,” ujarnya.***