Di sisi lain, tambahnya, ada beberapa makanan tertentu yang dapat mempengaruhi lambung. Misalnya, makanan pedas dan kecut yang dapat memberikan iritan secara langsung kepada lambung.
Selain itu, susu dan santan dapat memperlambat peristaltik usus untuk mengosongkan makanan.
Baca Juga: Waspada! Sering Pake Obat Kumur, Bisa Ganggu Kesehatan, Begini Penjelasannya
“Kita juga mengenal makanan yang dapat menghasilkan banyak gas. Dalam istilah Jawa, dikenal dengan “polo pendem” seperti kacang-kacangan, ketela dan sebagainya. Oleh karena itu, komposisi makanan saat berbuka atau sahur menjadi sangat penting, di luar tentang pentingnya kita mengkonsumsi sayur dan buah baik secara kuantitas dan kualitas, serta tentunya, konsumsi air yang cukup,” ungkap dr. Miftah.
Untuk serat, dr. Miftah menganjurkan, agar dapat melakukan kunyahan yang lebih banyak.
Menurutnya, agama, menganjurkan untuk mengunyah di atas 30 kali, agar lambung tidak bekerja terlalu keras, terutama pada saat berpuasa.
Baca Juga: Wisata Bukit Seribu Besek Purworejo, Melihat Waduk Bener dari Ketinggian
“Berpuasalah sesuai dengan esensi yang telah dianjurkan oleh agama. Atur pola makan, hindari kondisi stres sehingga gangguan lambung saat berpuasa dapat teratasi,” pungkasnya.***