TITIKTEMU.CO, Jakarta – Ibadah bulan puasa Ramadan 1443 Hijriah sudah berjalan beberapa hari.
Seluruh umat Islam di seluruh dunia yang sudah akil baliq, wajib menjalankan puasa.
Selama berpuasa, orang yang berpuasa dilarang memasukkan benda apa pun ke dalam tubuh (jauf) melalui tujuh lubang yang dimiliki setiap manusia.
Baca Juga: SNMPTN : Kerennnn…..Gadis Manis Berusia 14 Tahun, Lolos SNMPTN 2022 Fisip Unair
Namun bagaimana jadinya, apabila masuknya benda tersebut merupakan efek samping dari hal yang diwajibkan atau disunnahkan oleh agama?
Efek samping dalam perintah syara’ memang terdapat konskuensi toleransi, seperti orang yang berwudhu disunahkan berkumur tiga kali.
Bagi orang yang berpuasa, selama berkumurnya hanya sampai batas tiga kali saja pada setiap akan wudhu, masih tetap disunahkan oleh syara’.
Baca Juga: MUSIK: Akhir 1988 Lagu Cengeng Dilarang Harmoko, Musik Pop Dangdut yang Naik Daun
Efek sampingnya, apabila ada air yang tertelan secara tidak sengaja, tidak membatalkan puasa asalkan berkumurnya tidak berlebih-lebihan.
Begitu pula mandi wajib atau sunnah, selama tidak berlebihan dalam menghentakkan, jika tidak sengaja, kemudian ada air yang masuk, puasanya tidak batal.
Lalu bagaimana dengan orang yang bersiwak atau gosok gigi dengan pasta gigi, yang kemudian menyebabkan pasta atau ada air yang masuk melalui mulut?
Baca Juga: Kuliner Sego Pedes Tempe Semangit Khas Wedarijaksa Pati
Imam Nawawi, dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab menjelaskan:
لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره