TITIKTEMU.CO - Bulan Ramadhan hanya tinggal menghitung hari, bulan suci ini akan segera tiba. Persiapan menyambut Ramadhan sudah mulai terasa ketika memasuki bulan Syaban.
Umat Muslim selalu berharap dapat menyambut bulan suci yang penuh ampunan dengan gembira dan dapat beribadah lebih khusyu.
Di masjid, surau, dan mushola, melalui mimbar-mimbar pengajian dilantunkan lafal-lafal zikir dan berdoa agar dipertemukan dengan Ramadhan.
Do'a merupakan komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT, dalam menyampaikan hajat dan harapannya.
Sebagai rahasia yang hanya diketahui Allah SWT, doa dipanjatkan karena manusia tidak ada yang tahu kapan usianya akan berakhir, maka tidak ada salahnya membaca doa ini agar dipertemukan kembali dengan bulan yang suci.
Membaca doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan menjadi salah satu ikhtiar manusia untuk meminta kepada Allah SWT agar diberi umur panjang sehingga bisa bertemu dengan bulan suci ini.
Para sahabat dan ulama menyambut bulan Ramadhan ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Mereka ungkapkan kegembiraan ini dengan kalimat-kalimat yang mengandung doa kebaikan dan harapan.
Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan. Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – yang mengatakan,
كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم
“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Satu harapan yang luar biasa karena Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Sehingga mereka tidak akan menjadikannya kesempatan yang sia-sia.
Dari riwayat yang disematkan kepada Anas bin Malik, berdoa ketika memasuki bulan Rajab