Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Jahitlah, tisiklah untuk bekal menghadap (Tuhan) nanti sore
Syair ini bercerita tentang memperbaiki ibadah (Islam). Semua itu untuk bekal menghadap Allah oada suaru saat nanti.
Sunan Kalijaga memerintahkan masyarakat kehidupan beragamanya, menjalankan shalat lima waktu dan rukun Islam lainnya sebagai bekal kelak menghadap Allah SWT.
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Selagi bulan bersinar terang (purnama), selagi masih punya waktu luang
Maknanya, mumpung masih diberi kesempatan, mumpung masih diberi sehat, dan waktu, jalankan shalat wajib, puasa, sedekah, dan syukur-syukur haji.
Jalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya, perbaikilah kehidupan beragamamu mumpung masih ada waktu.
Ya surak-a, surak hiya
Ya, bersoraklah, bersoraklah iya
Jika sudah cukup bekal, maka saat dipanggil Allah (meninggal dunia) mereka akan bahagia. Mereka akan ikhlas menghadap Allah.
Ibarat akan bepergian jauh, merek atidak akan khawatir kelaparan, dan kehausan karena bekal yang mereka bawa lebih dari cukup.***