pendidikan

Menyulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Versi Mahasiswa UGM

Sabtu, 25 September 2021 | 07:20 WIB
Minyak Jelantah Bisa Disulap Menjadi Sabun ( Foto : ugm.ac.id)

 

TITIKTEMU.CO YogyakartaSejumlah mahasiswa UGM Yogyakarta berbagi ilmu kepada ibu-ibu PKK Dusun Bayalangu, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka mengajarkan membuat sabun dari bahan dasar minyak jelantah.

Mahasiswa- mahasiswa tersebut adalah Dwiana Putri Setyaningsih (Geografi, 2019), Qoryroh (Fisipol, 2020), Youngky Sulistio (Teknik, 2019), dan Achmad Firmansyah (Teknik, 2019). Kegiatan para mahasiswa ini, masuk dalam program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat, yang lolos dari investasi Kemdikbud Ristek tahun 2021 ini.  

Baca Juga: Gubernur Jateng Minta Daerah Tegas Membubarkan PTM Tanpa Izin

 

Menurut Dwiana - salah satu mahasiswa mengatakan, minyak jelantah yang menjadi limbah rumah tangga, selama ini hanya dibuang begitu saja ke dalam tanah, saluran air maupun selokan. Tindakan ini dapat membahayakan lingkungan dan menyumbat saluran udara.  

“Mereka (masyarakat) bahkan menghasilkan lebih dari 100 ml minyak jelantah setiap hari. Setelah melakukan proses penggorengan, ibu-ibu di Dusun Bayalangu ini, langsung membuang minyak jelantah begitu saja. Beberapa yang lainnya, menggunakan minyak jelantah secara terus-menerus untuk memasak. Tentu, hal ini berdampak buruk bagi kesehatan,” ujar Dwiana (23/9).

Baca Juga: Warung Kopi Asiang Tak Lekang oleh Zaman,  Kopinya Juara...

Dwiana mengungkapkan keputusan untuk mengajarkan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, juga dilatarbelakangi oleh pertimbangan situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dengan adanya pandemi tersebut, masyarakat diharuskan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 5M, dimana salah satunya, adalah mencuci tangan menggunakan sabun. 

 

Proses Pembuatan Sabun Cukup Sederhana

Menurut Dwiana, proses pengolahan minyak jelantah yang mereka ajarkan, sebetulnya cukup sederhana.

Minyak jelantah awalnya disaring terlebih dahulu, lalu ditambahkan larutan KOH (Kalium Hidroksida) dan diaduk hingga menjadi pasta. Selanjutnya, pasta diencerkan dan diberi tambahan aloe vera, pewarna serta minyak aromatik. Sabun cair yang sudah jadi tersebut, dilakukan uji penyesuaian pH (derajat keasaman) agar aman dipakai di kulit. 

Baca Juga: Sinetron Ikatan Cinta : Jangan Jadiin Rendy Kambing Hitam, Dong….

 

Halaman:

Tags

Terkini