pendidikan

Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya

Jumat, 17 September 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Net)

TITIKTEMU.CO, SOLO - Seorang imam dari Machester, Inggris, Asad Zaman, menggambarkan Khadijah dengan indah.

Perempuan yang luar biasa, katanya. Sejarah Islam sebagai agama yang besar tidak bisa mengabaikan peran Khadijah.

Khadijah benar-benar menembus batas bahkan para perempuan modern pun ingin mencapai apa yang ia capai pada 1.400 tahun lalu.

Baca Juga: Kisah Ali bin Abi Thalib yang Hampir Terlambat Shalat Subuh Berjamaah

Khadijah adalah putri Khuwaylid, lahir dari keluarga terhormat. Nasab dari jalur ayahnya bertemu dengan nasab Rasulullah pada kakeknya, Qushay.

Ia berasal dari klan Asad, yang saat itu jauh lebih berpengaruh dari Bani Hasyim, klan Nabi Muhammad.

Sebelum menikahi Muhammad, Khadijah menikah dengan Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi. Mereka dikaruniai dua orang anak, Halah dan Hindun.

Baca Juga: Shalawat Nariyah, Bagian dari Ikhtiar Agar Doa Mudah Dikabulkan

Namun Abu Halah meninggal dunia. Khadijah menikah lagi dengan Atiq bin ‘A’id bin Abdullah al-Makhzumi.  Beberapa tahun menikah, sang suami meninggal dunia.

Khadijah sempat bersumpah tidak akan menikah lagi. Sampai akhirnya bertemu seorang pria bernama Muhammad. Pandangan Khadijah tentang pernikahan berubah saat melihat Muhammad.

Seorang pria istimewa dari keluarga sederhana, jauh dari kemewahan.Itulah pria yang kelak menjadi suami terakhirnya sampai ia wafat.

Baca Juga: Jangan Tinggalkan Shalawat Nabi, Sebab Berkahnya Luar Biasa

Dikutip TITIKTEMU.CO dari bbc.com, Robert Hoyland, seorang profesor sejarah Timur Tengah Kuno di Universitas New York, punya penilaian tentang Khadijah.

Dia menyebut Khadjah adalah adalah seorang perempuan dengan ambisi jiwa yang bebas, dan kemauan yang sangat kuat.

Halaman:

Tags

Terkini