Belum lagi jika ada anggota grup yang hobi pamer pencapaian anaknya secara berlebihan.
Baca Juga: Saat Nenek dan Kakek Ikut Mengasuh: Cara Damai Hadapi Beda Parenting Tanpa Ribut
Anak umur enam bulan katanya sudah bisa hafal alfabet dan fasih bicara dua bahasa.
Sementara anak kita di rumah masih asyik berguling-guling sambil mencoba memakan ujung kaus kakinya.
Seketika itu juga sindrom membanding-bandingkan anak langsung muncul dan merusak suasana hati seharian penuh.
Baca Juga: Digital Parenting 2026: Cara Cerdas Mendidik Anak Aman di Era Gadget & AI Tanpa Overprotective
Lalu, apakah kita harus langsung menekan tombol keluar dari grup WhatsApp penuh drama tersebut?
Tentu saja tidak perlu ekstrem begitu jika kamu masih butuh info diskon popok murah.
Kunci utama bertahan hidup di grup parenting adalah dengan mengaktifkan fitur bisukan notifikasi selamanya.
Baca Juga: Bukan Otoriter, Bukan Bebas: Hybrid Parenting Jadi Gaya Asuh Favorit Orang Tua 2026
Anggap saja semua perdebatan sengit di dalam sana sebagai hiburan komedi gratis pengganti sinetron.
Ambil ilmu yang memang masuk akal dan buang jauh-jauh komentar yang bikin mental drop.
Ingatlah selalu bahwa tidak ada ibu yang benar-benar sempurna di dunia nyata yang fana ini.
Semua ibu dalam grup itu sebenarnya sama-sama sedang bingung dan lelah mengurus anak mereka.