Tanpa Bentak, Tanpa Drama: Calm Authority Parenting Jadi Cara Baru Atasi Anak Tantrum

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 27 Maret 2026 | 18:05 WIB
Foto ilustrasi Calm authority parenting bantu atasi tantrum (Desain AI )
Foto ilustrasi Calm authority parenting bantu atasi tantrum (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Fenomena anak tantrum sering menjadi tantangan besar bagi orang tua, terutama di tengah tekanan aktivitas sehari-hari, namun pendekatan calm authority parenting kini mulai dikenal sebagai solusi efektif yang lebih tenang, tegas, dan berbasis empati.

Calm authority parenting adalah gaya pengasuhan yang menggabungkan ketegasan (authority) dengan ketenangan emosional (calm), sehingga orang tua tetap memegang kendali tanpa harus menggunakan emosi berlebihan.

Pendekatan ini didukung oleh berbagai riset psikologi perkembangan yang menunjukkan bahwa respons orang tua yang stabil dan konsisten mampu membantu anak belajar mengatur emosinya dengan lebih baik.

Baca Juga: Netflix Lebaran 2026 Dikuasai Film Horor Lokal! Ini Daftar Top 10 yang Bikin Merinding

Tantrum pada anak sejatinya bukan sekadar perilaku “nakal”, melainkan bentuk ekspresi emosi yang belum mampu mereka kelola secara mandiri.

Oleh karena itu, cara orang tua merespons tantrum akan sangat menentukan perkembangan regulasi emosi anak di masa depan.

Dalam calm authority parenting, langkah pertama adalah tetap tenang saat menghadapi tantrum.

Reaksi emosional dari orang tua justru dapat memperburuk situasi karena anak akan menangkap energi tersebut dan menjadi semakin tidak terkendali.

Baca Juga: BMKG Warning Cuaca Ekstrem! Siklon Tropis Narelle Ancam Pulau Jawa, Ini Dampaknya

Selanjutnya, orang tua perlu menetapkan batasan yang jelas namun disampaikan dengan nada yang stabil dan tidak mengintimidasi.

Misalnya, mengatakan “Ibu tahu kamu marah, tapi tidak boleh melempar barang” dengan suara yang tegas namun tetap tenang.

Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa emosinya valid, tetapi perilakunya tetap perlu diarahkan.

Selain itu, penting untuk membantu anak mengenali dan menamai emosinya.

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang mampu memahami emosinya cenderung lebih mudah mengontrol perilaku mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X