pendidikan

Grup WhatsApp Parenting: Sumber Dukungan atau Sumber Stres Baru?

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:05 WIB
Ilustrasi Grup WA parenting bikin waras atau malah bikin stres? (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-Menjadi ibu muda di Indonesia zaman sekarang itu rasanya luar biasa nano-nano.

​Baru saja bayinya lahir, ponsel pintar langsung bergetar tanpa henti karena undangan masuk grup.

​Grup WhatsApp parenting pun resmi menjadi ruang digital baru tempat bernaung para ibu baru.

Baca Juga: Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?

​Niat awalnya tentu sangat mulia, yaitu mencari ilmu, tips, dan dukungan sesama pejuang anak.

​Awalnya semua terasa begitu indah karena setiap pertanyaan dijawab dengan sangat ramah dan cepat.

​Kamu bertanya tentang ruam popok, maka puluhan saran salep langsung masuk dalam hitungan detik.

Baca Juga: Terjebak Tren Gentle Parenting dan Isme Lainnya? Ini Alasan Label Gaya Asuh Justru Merusak Ibu dan Anak

​Namun, drama kehidupan yang sesungguhnya baru dimulai saat perbedaan pendapat negara api menyerang.

​Satu kubu menganut paham bubur instan komersial karena alasan praktis dan gizi yang terukur.

​Kubu lain bersikeras bahwa makanan pendamping ASI harus dimasak organik murni buatan tangan sendiri.

Baca Juga: Strawberry Parenting Versi Indonesia: Bukan Memanjakan, Tapi Cara Baru Mendidik Anak Lebih Kuat

​Membaca perdebatan sengit itu sambil menyusui malam hari sukses membuat dahi para ibu berkerut.

​Alih-alih mendapatkan ketenangan, dada rasanya langsung sesak dipenuhi rasa bersalah yang tidak perlu.

Halaman:

Tags

Terkini