Salah satu peserta, Ibu Ade Sri, seorang perawat asal Denpasar yang sedang menjalani kehamilan pertama, mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam selama mengikuti meditasi tersebut.
“Awalnya saya dan suami ingin liburan dulu, tetapi puji Tuhan langsung diberikan rezeki anak. Banyak ketakutan dan kecemasan yang muncul selama kehamilan,” ungkapnya.
Ade Sri mengaku sangat tersentuh dengan pengalaman meditasi yang dijalani.
“Saya merasa anak saya juga ikut merasakan ketenangan itu. Kalau kegiatan ini diadakan lagi, saya ingin mengajak ibu-ibu lainnya agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan,” katanya.
Peserta lainnya, Rahmadina, seorang wiraswasta asal Malang yang kini memasuki trimester ketiga kehamilan, menilai kegiatan ini sangat membantu ibu hamil dalam menjaga kesehatan mental.
“Menurut saya kesehatan mental ibu hamil perlu diarahkan ke hal positif karena seorang ibu akan membentuk jiwa anaknya juga. Saya sadar menjaga kesehatan mental seharusnya dimulai sejak awal kehamilan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental ibu hamil merupakan bagian penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, bahagia, dan penuh cinta menuju Generasi Emas Indonesia 2045.***