Baca Juga: 7 Keutamaan Sahur dalam Islam: Sumber Keberkahan dan Penguat Ibadah Puasa
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Dalam literatur keislaman, terdapat beberapa tanda yang sering disebutkan, meskipun tidak bersifat mutlak. Di antaranya suasana malam terasa lebih tenang dan damai, udara tidak terlalu panas maupun dingin, serta matahari terbit pada pagi harinya dengan cahaya lembut yang tidak menyilaukan.
Namun, para ulama mengingatkan bahwa tanda-tanda tersebut bukanlah patokan utama. Yang terpenting adalah kesungguhan dalam beribadah dan keikhlasan hati.
Amalan yang Dianjurkan
Untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti salat malam (tarawih, tahajud, dan qiyamullail), membaca serta merenungkan Al-Qur’an, memperbanyak dzikir dan doa, serta melakukan i’tikaf di masjid.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadan adalah:
Baca Juga: 7 Manfaat Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan, Bukan Sekadar Ajang Silaturahmi
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Mengapa Harus Dimaksimalkan?
Sering kali seseorang baru meningkatkan ibadah ketika Ramadan hampir berakhir. Padahal, sepuluh malam terakhir justru menjadi fase paling menentukan. Kesempatan mendapatkan pahala berlipat ganda dan ampunan besar hanya datang sekali dalam setahun.
Karena itu, memaksimalkan malam-malam ini adalah keputusan spiritual yang sangat berharga. Jangan sampai kesempatan emas tersebut terlewat hanya karena menunda niat atau merasa masih ada waktu.
Baca Juga: 9 Manfaat Buka Puasa Bersama Support System Saat Ramadan, Baik untuk Mental dan Motivasi
Kesimpulan
Lailatul Qadar merupakan malam paling mulia dalam Islam. Disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, ia menjadi waktu turunnya malaikat, terbukanya pintu ampunan, serta momentum doa yang mustajab.