pendidikan

Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan: Keutamaan, Tanda, dan Amalan yang Dianjurkan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:19 WIB
Ilustrasi Foto. Keutamaan Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan. (Pexels)

TITIKTEMU.CO – Sepuluh malam terakhir Ramadan selalu menjadi momen paling dinanti umat Islam. Pada fase inilah terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini bukan sekadar penutup bulan suci, melainkan puncak kesempatan meraih pahala, ampunan, dan keberkahan yang luar biasa besar.

Memahami Lailatul Qadar tidak cukup hanya mengetahui namanya. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap Muslim mempersiapkan diri untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah terbaik. Apalagi, keutamaan malam ini disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an sebagai malam yang nilainya melebihi seribu bulan.

Pengertian Lailatul Qadar

Secara bahasa, Lailatul Qadar berarti Malam Kemuliaan atau Malam Penetapan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan keagungan malam ini melalui Surah Al-Qadr, yang menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.

Baca Juga: Kultum Singkat Ramadhan 2026: Momentum Hijrah Hati dan Penguatan Iman di Bulan Penuh Ampunan

Allah SWT berfirman bahwa malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh melampaui ibadah selama puluhan tahun. Selain itu, malam ini juga dikenal sebagai waktu turunnya para malaikat dengan membawa rahmat dan kedamaian hingga terbit fajar.

Mengapa Lailatul Qadar Begitu Istimewa?

Keutamaan Lailatul Qadar terletak pada beberapa hal penting. Pertama, nilainya yang lebih baik dari seribu bulan menjadikannya kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin memperbanyak pahala. Secara hitungan, seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun.

Kedua, malam ini dipenuhi keberkahan karena malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi atas izin Allah SWT. Ketiga, pintu ampunan terbuka sangat luas. Banyak ulama menjelaskan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni.

Baca Juga: 10 Menu Sahur Sederhana dan Praktis, Cepat Dibuat tapi Tetap Mengenyangkan

Selain itu, sebagian penafsiran menyebutkan bahwa pada malam ini ditetapkan berbagai ketentuan untuk satu tahun ke depan, sehingga ia menjadi momentum spiritual yang sangat penting.

Kapan Terjadinya?

Tidak ada tanggal pasti yang disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya terpaku pada satu malam tertentu saja.

Halaman:

Tags

Terkini