TITIKTEMU.CO - Eva Nandha Jalma Yael, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,91 dan predikat pujian.
Perempuan asal Nganjuk ini tumbuh dalam keluarga sederhana, namun semangat kerja keras dan kemandirian yang diajarkan orang tuanya justru menjadi fondasi utamanya meraih capaian akademik tersebut.
Meskipun ayahnya, Elia Sudarso, bekerja sebagai buruh bangunan, Eva tidak pernah memandang keterbatasan sebagai hambatan.
Justru, keteguhan orang tuanya itulah yang mendorongnya ingin memberikan hasil terbaik melalui prestasi.
“Sejak kecil saya dibiasakan untuk mandiri. Orang tua selalu memberi ruang untuk memilih selama itu benar. Doa dan dukungan merekalah kekuatan saya selama kuliah,” ujar Eva.
Menemukan Psikologi sebagai Jalan Hidup
Alumnus SMA Negeri 1 Kertosono ini awalnya tak menyangka akan terjun ke dunia psikologi.
Minatnya pada interaksi sosial dan perilaku manusia membuatnya memilih Psikologi Unesa lewat jalur SNMPTN.
“Saya selalu tertarik mengamati bagaimana orang bersikap dan berubah. Itu yang bikin saya ingin mempelajari psikologi lebih dalam,” ungkapnya.
Dari berbagai cabang psikologi, Eva jatuh cinta pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Minat tersebut tertuang dalam skripsinya yang meneliti hubungan antara dukungan organisasi dan komitmen karyawan.
Hasilnya cukup mengejutkan—dimensi normatif justru menjadi faktor paling kuat dalam menjaga loyalitas pekerja, berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menonjolkan aspek afektif.
Menurut Eva, banyak perusahaan masih kurang dalam memberikan apresiasi serta menciptakan kondisi kerja yang mendukung.
Ia berharap penelitiannya dapat menjadi refleksi bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola SDM.