"Tantangan konservasi saat ini bukan hanya di dalam kawasan, tetapi juga di ruang digital. Kami harus mampu menyampaikan pesan secara masif, dan sinergi dengan kampus seperti UMBY sangat penting untuk memperkuat suara kami,” ujar dia.
BTNGP berharap melalui penguatan konten media sosial, publik, khususnya generasi muda. Langkah ini agar mereka memahami nilai penting kelestarian Taman Nasional Gunung Palung sebagai salah satu habitat orangutan terbesar di Kalimantan.
Baca Juga: Lulus Doktor di UGM Hanya 2 Tahun 10 Bulan: Kisah Inspiratif Roro dan Filosofi Belajarnya
Editorial Plan hingga Konten Berbasis AI
Selama program berlangsung, tim UMBY akan menghadirkan serangkaian pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan pengelola media sosial BTNGP, meliputi:
Penyusunan editorial plan dan kalender konten
Teknik produksi konten visual, termasuk pemanfaatan AI untuk grafis dan video pendek
Copywriting yang komunikatif dan persuasif
Penggunaan fitur-fitur baru di Instagram, TikTok, dan Facebook
Analisis performa konten dan optimasi algoritma
Pendampingan satu per satu (one-on-one mentoring)
Metode pelatihan digarap agar aplikatif dan langsung implementatif, sehingga tim BTNGP dapat menghasilkan konten konservasi yang lebih menarik, konsisten, dan sesuai dengan preferensi publik digital.
Baca Juga: Beasiswa Stipendium Hungaricum 2026: Peluang Kuliah Gratis di Hungaria Tanpa Batas Usia dan IPK
Mendorong Kesadaran Publik Lewat Konten Kuat
Program PkM ini tidak hanya meningkatkan kapasitas tim BTNGP, tapi juga memperkuat dukungan masyarakat terhadap konservasi.