pendidikan

Kisah Inspiratif Emir, Lulusan UMY yang Berhasil Raih Beasiswa LPDP untuk S2 di Harvard

Jumat, 4 Juli 2025 | 21:05 WIB
kisah inspiratif Emir, alumni UMY yang lolos ke Harvard University (Instagram/@uda.emir)

Minat Emir pada global health muncul sejak aktif di kegiatan internasional semasa kuliah.

Ia sempat menjadi anggota tim debat bahasa Inggris UMY, mengikuti Model United Nations, hingga membantu sebagai asisten praktikum diplomasi.

Semua itu membuka wawasannya tentang bagaimana ilmu kedokteran bisa bersinggungan dengan isu global.

Titik balik penting terjadi pada 2015 saat ia menjadi relawan di American Corner UMY. Di sana ia memprakarsai program seperti Psychology Club dan Telinga Hati yang mengangkat isu destigmatisasi kesehatan mental dan HIV/AIDS.

Lewat inisiatif itu, Emir lolos program Young Southeast Asia Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika Serikat. Selama fellowship di Partnership Health Center, Montana, ia ikut terjun ke komunitas terpencil untuk mendukung tes HIV dan berdiskusi dengan tim kesehatan mental setempat.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Muamar Leonardo, Lulusan Pascasarjana yang Kembali ke Desa dan Menata Harapan Lewat Agroforestri

Membangun Proyek Sosial Sepulang dari Amerika

Sekembalinya ke Indonesia, Emir tak tinggal diam. Ia mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan Telinga Hati — program kolaborasi dengan American Corner UMY dan Komunitas Dokter Tanpa Stigma.

Kegiatannya meliputi pelatihan Active Listening untuk peer-counselor, seminar kesehatan mental, hingga sesi klarifikasi nilai bagi tenaga kesehatan di Yogyakarta.

Emir merasa semua ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas untuk mengurangi stigma.

Menurut Emir, pengalaman tersebut membuatnya sadar kalau untuk membawa proyek semacam ini ke level kebijakan, ia perlu menimba ilmu lebih dalam.

Itulah mengapa program Global Health Delivery di Harvard jadi pilihan yang paling pas.

Baca Juga: Anak Pedagang Nasi Goreng Asal Pandeglang Diterima di Harvard: Kisah Inspiratif Muhamad Yani

Menembus Harvard dengan LPDP PTUD

Emir tahu jalannya tidak mudah, apalagi sebagai alumni universitas swasta yang kerap dipandang sebelah mata jika dibanding kampus negeri besar. Namun ia tak gentar.

Halaman:

Tags

Terkini