pendidikan

Boleh atau Tidak Menggabungkan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura dengan Qadha Ramadan? Ini Penjelasannya

Jumat, 4 Juli 2025 | 20:35 WIB
Ilustrasi puasa Tasu’a dan Asyura Digabung dengan Qadha Ramadan (Pinterest/@,buguruku)

TITIKTEMU.CO - Puasa Tasu’a dan Asyura adalah ibadah sunnah yang dianjurkan umat Islam pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Puasa Asyura pada 10 Muharram memiliki keutamaan besar. Dalam hadis disebutkan puasa ini menghapus dosa setahun yang lalu.

Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk melaksanakan puasa Tasu’a pada 9 Muharram agar berbeda dengan cara puasa kaum Yahudi yang hanya di tanggal 10.

Baca Juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025: Tanggal, Niat, dan Keutamaannya

Bolehkah Niat Puasa Tasu’a dan Asyura Digabung dengan Qadha Ramadan?

Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah: “Boleh tidak kalau saya puasa Tasu’a atau Asyura sambil niat membayar utang puasa (qadha) Ramadan?”

Secara umum, para ulama berbeda pendapat. Mayoritas ulama mazhab Syafi’i dan beberapa ulama lain membolehkan penggabungan niat puasa qadha dengan puasa sunnah.

Artinya, seseorang bisa niat puasa qadha Ramadan sambil berharap pahala puasa Tasu’a atau Asyura.

Mereka berdalil bahwa satu amalan bisa mendapat dua pahala jika niatnya benar.

Jadi orang yang niat qadha juga akan mendapat pahala puasa sunnah, meski prioritasnya pada qadha.

Baca Juga: Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dimulai? Ini Jadwal Lengkap dan Tata Caranya

Pendapat yang Lebih Ketat: Dianjurkan Pisah Niat

Namun ada juga ulama yang lebih hati-hati. Mereka menganjurkan untuk memisahkan niat qadha Ramadan dengan niat puasa sunnah.

Tujuannya agar ibadah lebih sempurna dan masing-masing niat dilakukan dengan khusus.

Halaman:

Tags

Terkini