TITIKTEMU.CO - Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam di seluruh dunia bersiap-siap melaksanakan ibadah kurban. Kerap muncul pertanyaan, lebih utama kurban kambing atau sapi?
Pertanyaan ini wajar, apalagi mengingat perbedaan harga yang cukup tinggi antara kambing dan sapi. Satu ekor sapi bisa mencapai harga puluhan juta rupiah, sementara harga kambing umumnya lebih terjangkau.
Tapi apakah harga menentukan keutamaan ibadah kurban? Untuk menilai mana yang lebih baik, menurut KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, bisa bisa dilihat dari tiga kriteria utama dalam berkurban.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 2025, Ini Panduan Memilih Sapi Kurban yang Sesuai Syariat
Ketiga kriteria itu meliputi kualitas ibadah, jumlah hewan yang dikurbankan, ketakwaan, dan keikhlasan mereka yang berkurban. Gus Baha menyebut, kurban satu ekor kambing lebih utama dibandingkan patungan seekor sapi.
“Kalau kurban sapi patungan tujuh orang dibandingkan satu orang satu kambing, saya lebih ikut pendapat yang mengatakan lebih baik milih kambing," jelas Gus Baha dilansir dari kanal Youtube Najwa Shihab.
Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, “Pada masa Rasulullah SAW, ada seseorang menyembelih seekor kambing sebagai kurban untuk dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Jelang Idul Adha 2025, Ini Panduan Memilih Sapi Kurban yang Sesuai Syariat
Artinya, satu ekor kambing yang mewakili satu orang, namun pahalanya bisa diniatkan untuk seluruh anggota keluarga. Maka, kata Gus Baha, hal ini menunjukkan bahwa kurban kambing sangat dimuliakan.
Sebaliknya, dalam kondisi ekonomi yang terbatas, patungan sapi bisa menjadi solusi. Satu ekor sapi atau unta diperbolehkan untuk dikurbankan tujuh orang secara bersama-sama. Hal ini juga diperkuat dalam hadis berikut:
“Kami berkurban bersama Nabi SAW di Hudaibiyah dengan seekor unta untuk tujuh orang, dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Bolehkah Daging Kurban Diolah dan Didistribusikan di Luar Hari Tasyriq?
“Tapi ya itu tadi, kalau dibandingan satu orang satu kambing dengan tujuh orang patungan satu sapi, saya cenderung memilih kambing,” jelas Gus Baha.
Alasannya, kata dia, banyak ulama dalam kitab-kitab fiqih klasik menyebut bahwa kambing memiliki nilai lebih privat dan personal dalam ibadah kurban. Ini ditunjukkan pula dari kisah Nabi Ibrahim AS.