Selain aktif belajar, Cahya juga mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan riset.
Ia dan timnya berhasil menjadi Juara 1 dalam kompetisi "I Get Code 2024" dengan makalah tentang emisi gas rumah kaca dari rumah tangga di kawasan Jabodetabek.
Baca Juga: Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Siti Fadila Jadi Wisudawan S2 Termuda UGM
Tesis tentang Hilirisasi Nikel dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan
Untuk tugas akhir S2-nya, Cahya mengkaji dampak kebijakan hilirisasi nikel melalui pembangunan smelter terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Topik ini dipilih karena sedang menjadi perhatian nasional dan menurutnya penting untuk dikaji secara objektif: apakah benar mampu meningkatkan taraf hidup warga atau justru menimbulkan dampak negatif.
Tantangan Adaptasi dari Dunia Kerja ke Dunia Kampus
Kembali menjadi mahasiswa setelah bertahun-tahun bekerja tentu bukan hal mudah.
Cahya sempat mengalami kesulitan beradaptasi, namun berkat dukungan keluarga dan teman-temannya, ia mampu melewati masa transisi tersebut. Ia pun menerapkan prinsip skala prioritas, menjadikan kuliah sebagai fokus utama.
Prinsip Sederhana: Nikmati Proses dan Terus Berdoa
Cahya tidak mengandalkan strategi belajar rumit. Ia hanya tekun dalam menyelesaikan tugas, serius saat ujian, dan selalu berusaha menikmati proses belajar.
Naginya, kunci kesuksesan adalah rasa percaya diri, ketekunan, dan doa.
Kembali ke BPS dan Ingin Terus Berkontribusi
Setelah menyelesaikan studi, Cahya kembali ke BPS untuk melanjutkan pengabdiannya. Ia berharap bisa menerapkan ilmu yang didapat selama kuliah dan meningkatkan kualitas kerja di institusinya.