TITIKTEMU.CO - Cahya Danu Rahman, pria asal Tangerang berusia 33 tahun, membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukan halangan untuk meraih prestasi akademik tinggi.
Terlahir dari keluarga dengan pendidikan terbatas—ayah lulusan SMA dan ibu lulusan SMP—Cahya mampu menjadi wisudawan terbaik Program Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, dengan IPK 3,85.
Lulusan STIS dan ASN di BPS, Lanjutkan Studi dengan Beasiswa LPDP
Sebelum menempuh pendidikan S2, Cahya adalah lulusan Politeknik Statistika STIS dan bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2017.
Pada tahun 2023, ia mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan mulai kuliah di MEP FEB UGM dengan fokus studi pada Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.
Baca Juga: Raih Gelar Doktor Tercepat, Dewi Agustiningsih Catat Sejarah di UGM di Usia 26 Tahun
Alasan Memilih UGM: Relevansi dengan Pekerjaan dan Misi Hidup
Pilihan Cahya untuk kuliah di MEP FEB UGM bukan tanpa alasan.
Menurutnya, program ini sangat sesuai dengan pekerjaan di BPS yang berkaitan erat dengan analisis data pembangunan nasional.
Selama kuliah, ia banyak mendapat wawasan baru dari para dosen yang membuka pikirannya terhadap isu-isu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Nominalnya Lebih Nendang! Jadwal Pencairan Gaji 13 Pensiunan PNS 2025 Sudah Ditetapkan
Dibimbing Dosen Inspiratif dan Aktif dalam Kompetisi Akademik
Dua sosok penting dalam perjalanan akademik Cahya adalah pembimbing tesisnya, Dr. Evi Noor Afifah dan Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D.
Mereka tidak hanya membantu dalam penyusunan tesis, tetapi juga membentuk pola pikir dan kemampuan analisis sosial-ekonomi Cahya.