TITIKTEMU.CO - Simak sejarah dan makna Hari Pendidikan Nasional, serta perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Setiap tanggal 2 Mei, masyarakat Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Momen ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi kesempatan untuk merefleksikan esensi pendidikan dan mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, sang pelopor pendidikan.
Sebagai orang dewasa dan orang tua, kita perlu memahami sejarah dan relevansi dari peringatan ini untuk masa depan anak-anak kita.
Baca Juga: Libur Mei 2025: Apakah Tanggal 2 Mei Termasuk Tanggal Merah?
Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal 2 Mei sebagai penghormatan atas kelahiran Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Lahir di Yogyakarta pada tahun 1889, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai aktivis yang gigih memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada masa kolonial Belanda, akses pendidikan sangat terbatas bagi masyarakat pribumi.
Ki Hadjar Dewantara bersama rekannya mendirikan Indische Partij pada tahun 1912 untuk memajukan pendidikan bangsa. Namun, perjuangannya membuat ia diasingkan ke Belanda pada tahun 1913.
Baca Juga: Siapa Suami Ayu Puspa Anggraeni Putri, Owner Kece Klambi Bali?
Konsep Pendidikan yang Memerdekakan
Sekembalinya dari pengasingan, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Nasional Tamansiswa pada tahun 1922.
Konsep pendidikan Tamansiswa yang revolusioner menekankan pendidikan humanis dan nasionalis. Semboyan terkenal dari filosofi pendidikannya adalah "Ing ngarsa sung tulada", "Ing madya mangun karsa", dan "Tut wuri handayani".
Semboyan ini hingga kini menjadi pedoman penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebagai orang tua, memahami konsep ini penting untuk membantu anak-anak kita berkembang secara holistik.
Hari Pendidikan Nasional adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara dan merenungkan makna pendidikan bagi generasi masa depan.
Baca Juga: Link Download Doa Hari Pendidikan Nasional 2025 RESMI: Memaknai Peringatan Hardiknas dengan Khidmat