TITIKTEMU.CO - Dunia pendidikan Indonesia kembali viral di media sosial setelah mencuatnya kabar mengejutkan tentang dugaan pelecehan seksual oleh guru besar UGM.
Sosok yang menjadi pusat perhatian adalah Edy Meiyanto, seorang guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Kasus ini langsung memicu kehebohan publik dan menjadi perbincangan hangat di platform seperti Twitter/X, TikTok, dan Instagram, memunculkan tagar seperti #UGMSpeakUp dan #StopPelecehanSeksual.
Baca Juga: Walau Aktif Berorganisasi , Lintang Berhasil Lulus Sarjana Tercepat di UGM
Modus Pelecehan Terjadi Saat Bimbingan Skripsi, Viral di Kalangan Mahasiswa
Menurut laporan, Edy Meiyanto diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi dari berbagai jenjang, mulai dari S1, S2, hingga S3.
Dugaan kuat menyebut bahwa pelecehan dilakukan dengan modus saat bimbingan skripsi dan diskusi akademik.
Kabar ini cepat viral di kalangan mahasiswa, terutama karena banyak korban merasa tekanan dari relasi kuasa dosen–mahasiswa membuat mereka sulit bersuara lebih awal.
Kasus Terungkap Lewat Laporan Tahun 2024, Tapi Sudah Terjadi Sejak 2023
Sekretaris UGM, Andi Sandi, mengonfirmasi bahwa laporan pertama diterima tahun 2024.
Namun menurut temuan Satgas kampus, kejadian-kejadian diduga sudah berlangsung sejak tahun 2023, bahkan mungkin lebih lama.
> “Yang kami periksa mencakup saksi dan korban dari 2023 hingga 2024. Tapi informasi di luar menyebut kejadian bisa lebih awal,” jelasnya.
Sebanyak 13 orang saksi dan korban telah diperiksa, memperkuat dugaan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal, melainkan pola berulang.