pendidikan

Bolehkah Berpuasa Sunnah dan Membayar Hutang Puasa di Bulan Sya’ban?

Rabu, 5 Februari 2025 | 19:40 WIB
Hukum berpuasa Sunnah dan qadho di bulan sya'ban (@rabithah_alalawiyyah)

Selain puasa sunnah, sebagian umat Islam juga memanfaatkan bulan Sya’ban untuk membayar hutang puasa Ramadan yang terlewat (qadha).

Dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

"Aku dahulu memiliki hutang puasa, dan aku tidak bisa membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban karena kesibukan bersama Rasulullah ﷺ."

(HR. Muslim)

Hadits ini menjadi dalil bahwa puasa qadha di bulan Sya’ban diperbolehkan, bahkan lebih dianjurkan karena Ramadan sudah semakin dekat.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan, Hayu Cek Cara Pemesanan dan Jadwalnya

Namun, ada perbedaan pendapat mengenai puasa setelah pertengahan Sya’ban (nisfu Sya’ban).

1. Pendapat Mazhab Syafi’i

Mulai tanggal 16 Sya’ban, tidak dianjurkan berpuasa, terutama pada tanggal 29 dan 30 Sya’ban, dengan alasan:

Menghindari kemungkinan tanpa sadar berpuasa di awal Ramadan sebelum ada kepastian penetapan awal bulan.

Memberikan waktu persiapan sebelum memasuki Ramadan.

2. Pendapat Lain yang Membolehkan Puasa Setelah Nisfu Sya’ban

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menyebutkan bahwa puasa setelah nisfu Sya’ban tetap diperbolehkan, terutama jika dilakukan untuk:

Baca Juga: Tiga Hari Jelang Penutupan, 8.332 Jemaah Haji Khusus Lunasi Biaya Haji

Puasa sunnah yang sudah menjadi kebiasaan (seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud).

Halaman:

Tags

Terkini