TITIKTEMU.CO, - Salah satu ibadah yang dianjurkan saat memasuki akhir Ramadhan atau 10 hari terakhir untuk menjemput Lailatul Qadar yakni i'tikaf atau berdiam diri di masjid.
Pada malam 10 hari terakhir bulan yang penuh berkah ini, umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan dengan memaksimalkan ibadah yang terbaik.
I’tikaf memiliki arti berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.
Dilansir dari NU Online, i'tikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuan melaksanakan i’tikaf semata beribadah kepada Allah SWT, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.
Baca Juga: 3 Cara Cek Penerima Bantuan Sosial Kemensos melalui SIKS-NG dan Jenis Bantuan Sosial yang Terdaftar
Ketika berI’tikaf, kita melakukan berbagai amalan seperti berzikir, bertasbih, membaca Al Quran, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat agama, bergaul dengan orang saleh, dan hal lainnya yang bisa membuat kita semakin dekat dengan Allah Swt.
I’tikaf tidak wajib akan tetapi lebih dianjurkan terutama di sepuluh malam terakhir dan Rasullah SAW pun pernah melakukannya.
Bahkan Rasulullah SAW menyebut i’tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan bagai beri’tikaf bersama beliau.
مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ
“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir.” (HR Ibnu Hibban).
Baca Juga: 3 Resep Pepes Kukus Sederhana, Cocok untuk Menu Sahur dan Buka Puasa
Meskipun i’tikaf dihukumi sunnah, tetapi dapat menjadi wajib jika dinazarkan oleh seseorang.
I'tikaf sendiri memiliki banyak keutamaaan. I'tikaf dianjurkan dilakukan pada saat bulan Ramadan terutama di sepuluh malam terakhir.
Keutamaan dari i'tikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan malam seribu bulan atau Lailatul Qadar.