pendidikan

Ini 5 Amalan Rasulullah SAW Saat Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan. Salah Satunya Mencari Lailatul Qadar

Kamis, 4 April 2024 | 12:50 WIB
Salah satu malan yang dilakukan Rasulullah SAW adalah mencari Malam Lailatul Qodar. Ilustrasi ( freepik/sketchepedia)

Berikut 5 Amalan Rasulullah SAW dalam 10 Hari Terakhir Ramadhan

Mencari Lailatul Qadar dengan Memperpanjang Sholat Malam

Pada 10 malam terakhir, Rasulullah tidak tidur. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain hingga waktu fajar.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda : Barangsiapa yang menghabiskan malam Lailatul Qadar dengan shalat, beriman kepada Allah dan mencari pahala-Nya, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu. (Al Bukhari dan Muslim).

Semantara Aisha meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad bersabda : Carilah Lailatul Qadr di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. (Al Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Seleksi Tahap Kedua Tim U-16 Indonesia , Pelatih Nova Arianto Puas

Membangunkan Keluarga untuk shalat malam

Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah membangunkan istri-istrinya untuk shalat lebih lama di malam itu.

Menurut Aisyah, Rasul memang biasa membangunkan istri-istrinya untuk shalat sepanjang tahun, namun itu agar mereka bisa shalat pada ujung malam.

Ummu Salamah, istri Nabi, meriwayatkan bahwa suatu malam Nabi membangunkannya dan bersabda : Maha Suci Allah. Cobaan apa yang diturunkan pada malam ini? Harta apa yang diturunkan agar para penghuni kamar tidur terbangun? Ya Tuhan! Berpakaian di dunia dengan telanjang di akhirat. (Al-Bukhari).

Baca Juga: Konser David Foster di Jakarta 2024, Cek Harga Tiket dan Link Beli DI SINI

Melakukan I'tikaf

I’tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.

Amalan i’tikaf merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Tujuan i’tikaf adalah untuk mengabdikan hati semata-mata hanya kepada Allah.

Kisah Hadist Al Bukhari dan Muslim : Nabi biasa melakukan i’tikaf di masjid selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan hingga dia meninggal. Istri-istrinya terus menjalankan praktik ini setelah kematiannya. (Al Bukhari dan Muslim)

Halaman:

Tags

Terkini