pendidikan

Kisah Dea, Mahasiswi Umsida Lulus Sarjana Tanpa Skripsi. Ini yang Dilakukan

Sabtu, 2 September 2023 | 11:30 WIB
Dea, Mahasiswi Umsida Lulus Sarjana Tanpa Skripsi. (dok. Umsida)

TITIKTEMU.CO, SIDOARJO – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makariem membuat aturan baru tidak lagi wajib membuat skripsi sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa S1 atau D4.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Namun ternyata lulus sarjana tanpa mengerjakan skripsi sudah ada di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Berikut kisah Dea Marista mahasiswi Program Studi Administrasi Publik Umsida yang menjadi sorotan kala itu karena berhasil lulus kuliah tanpa mengerjakan skripsi.

Baca Juga: Profil Nana Sudjana, Mantan Kapolres Solo yang ditunjuk Jokowi Gantikan Ganjar Pranowo

Seperti yang kita ketahui, saat itu skripsi adalah jalan yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana.

Mahasiswa Umsida dapat lulus tanpa menggarap skripsi, tapi dengan syarat mempublikasikan jurnal ilmiah bereputasi dan jurnal akreditasi nasional peringkat (Sinta). Dengan kebijakan tersebut, mahasiswa harus melakukan pengajuan, pengerjaan jurnal, dan melakukan verifikasi ketika jurnal telah diterbitkan.

Pergelaran Yudisium XXXVII 2022 di Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) rupanya membawa suka duka bagi para calon wisudawan.

Baca Juga: Ahay Ini Rasanya Memadukan Kupat Glabed Dan Sate Blengong Khas Brebes

Tak terkecuali bagi Dea yang lulus 3,8 tahun dengan bebas skripsi. Ia bercerita, pernah sekedar bergurau dengan Kaprodinya saat duduk di semester 4 bahwa ia ingin menjadi mahasiswa berprestasi.

Dea mengawali perjalanannya dengan lolos Program Magang MBKM BRIN yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2021. Semestara awal tahun 2022, ia mulai mengerjakan jurnal sebagai alternatif penganti skripsi dengan judul “Penyederhanaan Birokrasi di Kebun Raya Purwodadi BRIN” sembari melaksanakan tugas magangnya.

Sementara itu , Dea mengatakan bahwa pengerjaan jurnal ini tergolong singkat dan penulisannya sendiri hanya memakan waktu 3 minggu. Sementara proses publikasi dan verifikasi jurnal memakan waktu tiga bulan.

Baca Juga: 9 Tempat Ngopi di Temangung, View Alamnya Bikin Nyandu

“Saya sangat bersyukur dengan berbagai kenangan manis yang terjadi belakangan tahun ini. Segala bentuk peristiwa baik maupun buruk yang menimpaku, pasti peristiwa itu akan mencoba membentukku,” Ujarnya

Dea yakin setiap hal-hal rumit yang telah ia lalui akan terlewati dan dirinya percaya bahwa Allah selalu berhasil membuatnya merasa beruntung di dunia ini. “Serumit dan se-mustahil apapun kalau kita libatkan Allah, rasanya akan lebih baik,”

Halaman:

Tags

Terkini