“Alhamdullilah pernah juara I tingkat provinsi yang mengadakan Universitas Andalas. Bikin film tentang edukasi soal anemia. Visual yang bercerita, disana selain sebagai pembuat cerita, Indah sekaligus juga sebagai pemeran utama film,” terangnya.
Untuk prestasi akademi, meski saat duduk di kelas X SMA Negeri 1 Bukittinggi raihan akademiknya tidak tinggi banget tetapi prestasinya masih masuk 10 besar. Sedangkan di kelas XI dan XII, nilai rapor Indah tidak lepas dari ranking I atau II.
Berasal dari keluarga yang kurang mampu, Indah sadar diri bila dirinya tidak bisa sama dengan teman lainnya. Ia pun cukup bersyukur bisa mendapatkan beasiswa PT MHK Foundation saat duduk di kelas X dan XI. Dengan beasiswa itu ia bisa membiayai sendiri sekolahnya. Sedangkan saat di kelas XII, ia diuntungkan adanya peraturan dari Pemerintah Daerah Bukittinggi yang menyatakan untuk seluruh siswa kelas XII tidak dipungut biaya alias gratis.
“Lumayan di kelas X dan XI dapat beasiswa 350 ribu per bulan. Bisa bayar uang sekolah 170 ribu, ada sisa Indah tabung. Ini pun untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendesak dari sekolah,” akunya.
Baca Juga: Keren, Mahasiswi UGM Jadi Mahasiswa Berprestasi nasional
Meraih dan mempertahankan prestasi akademik bukan persoalan mudah. Indah harus belajar secara konsisten dan ekstra. Jika teman lainnya terkadang jam 15 sudah pulang sekolah, ia baru jam 17 karena kesibukan berorganisasi dan bermacam kegiatan.
Sesampai di rumah Indah mengaku sering beristirahat dengan tidak melakukan apa-apa. Sehabis salat Magrib, ia baru sibuk kembali untuk belajar hingga pukul 22.00. Secara rutin hal itu ia lakukan setiap hari dan di hari Minggu atau libur ia akan tetap menyempatkan belajar meskipun tidak seperti di hari-hari biasa.
“Minggu tetap belajar tapi jamnya lebih sedikit daripada hari biasa. Maklum tidak bisa ikut bimbel harus ngejar ekstra. Alhamdullilah di dua bulan terakhir sebelum ujian kelulusan, sekolahan mendatangkan bimbel ke sekolah jadi bisa fokus di materi-materi UTBK. Tapi Alhamdullilah ternyata tidak harus sampai ujian sudah diterima,” ungkapnya.
Keinginan untuk merubah nasib keluarga dan mengangkat harkat keluarga memang menjadi motivasi Indah untuk selalu belajar lebih dibanding orang lain. Bagi Indah hal itu wajib, apapun dia maksimalkan termasuk memanfaatkan ruang-ruang perpustakaan sekolah. Meskipun terkadang hanya membaca novel setidaknya bisa menghiburnya dan memperkaya dalam membuat script untuk hobinya di sinematografi.
Indah tidak akan melupakan guru-gurunya, utamanya guru BK-nya di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Merita Nelviardi dan Elvita Putri. Kedekatan dengan keduanya seolah seperti orang tuanya sendiri, tak segan dirinya menumpahkan masalah dan kesulitan yang ia hadapi.
“Indah bersyukur banyak guru yang baik banget selalu memberi perhatian dan ketika Indah merasa kesulitan Guru BK langsung ngerti dan bantu mencarikan solusinya,” ucapnya.
Apapun aktivitas yang pernah lakukan di saat SMA, Indah berencana akan melanjutkan di UGM. Ia berniat untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan di UGM, misal dengan BEM dan organisasi lainnya.
“Kalau yang akademik kan harus karena sebagai penerima beasiswa nilai akademik tetap dituntut tinggi. Di luar itu pengin sih nantinya tetap bisa gabung dengan klub-klub sinematografi,” tuturnya.
Yapisham Nasution dan Purnama Hasibuan, orang tua Indah Aprilia Nasution, pada akhirnya menyerah pada situasi. Meski pada awal kuat menghendaki agar Indah tetap kuliah di Padang, pada akhirnya harus membuka tangan untuk keinginan dan kemauan anak perempuannya.
Yapisham Nasution dan Purnama Hasibuan mengaku perasaannya campur aduk saat Indah menyampaikan kabar dirinya diterima di UGM. Ada rasa bahagia dan senang, di sisi lain mereka harus membayangkan soal biaya.
Artikel Terkait
Keren! Tim Mobil Formula Bimasakti UGM Sabet Banyak Penghargaan di Kompetisi FSAE Italy 2023
Keren, Mahasiswi UGM Jadi Mahasiswa Berprestasi nasional
Keren, Tunanetra Bukan Halangan Menjalani KKN Di UGM
Mimpi Keluarga Menuntut Ilmu Di UGM Terbayar Lunas Yosia Deby Septiyawati
Rangkaian Formasi Mahasiswa Baru Tutup PPSMB UGM