FOMO Parenting: Kenapa Ortu Gen Z Rela Utang Demi “Growth Chart” Anak di Sosmed?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:14 WIB

Memang, penelitian tersebut tidak secara khusus meneliti orang tua Gen Z atau belanja kebutuhan anak. Namun, temuan ini memberi gambaran penting: tombol “beli sekarang, bayar nanti” menjadi jauh lebih menggoda ketika seseorang terus-menerus terpapar konten konsumsi.

Baca Juga: Bukan Lagi Dipilih Langsung! Muktamar NU Ubah Cara Menentukan Ketum PBNU 2026–2031

Akhirnya, barang yang sebenarnya hanya “ingin punya” berubah status menjadi “anak saya butuh”.

Anak Tidak Membutuhkan Parenting yang Instagramable

Menariknya, pendidikan finansial dalam keluarga justru punya pengaruh jangka panjang. Meta-analisis terbaru yang merangkum 39 studi menunjukkan bahwa financial socialization dari orang tua berkaitan positif dengan sikap, perilaku, pengetahuan, dan kesejahteraan finansial anak saat dewasa.

Jadi, mungkin hadiah terbaik untuk anak bukan selalu kelas terbaru atau perlengkapan paling mahal.

Baca Juga: 13 Kejahatan Kini Masuk Radar RUU Perampasan Aset, dari Korupsi hingga Pajak

Bisa jadi justru rumah yang tidak dipenuhi kecemasan soal tagihan. Orang tua yang tidak stres mengejar standar internet. Dan anak yang tumbuh dengan pemahaman bahwa hidup bukan perlombaan untuk terlihat paling berhasil di layar.

Karena pada akhirnya, parenting bukan kompetisi konten. Anak tidak membutuhkan orang tua yang menang melawan algoritma. Mereka membutuhkan orang tua yang hadir—dan masih punya ruang finansial untuk bernapas.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X