TITIKTEMU.CO-Bayangkan mendapat kesempatan kuliah di kampus-kampus paling bergengsi di dunia dengan biaya ditanggung penuh.
Tahun 2026, peluang itu menjadi sedikit lebih luas karena LPDP resmi memperpanjang daftar universitas unggulan yang menjadi tujuan beasiswa mereka.
Jika sebelumnya hanya ada 17 kampus yang masuk kategori universitas unggulan, kini jumlahnya melonjak menjadi 31 perguruan tinggi. Perubahan ini menjadi salah satu pembaruan paling menarik dalam program Beasiswa LPDP 2026 tahap II.
Namun, penambahan ini bukan sekadar menambah nama kampus di atas kertas. Ada strategi besar yang sedang dibangun pemerintah di balik keputusan tersebut.
Baca Juga: Kenapa Orang yang Kelihatan Santai Itu Justru yang Paling Serius Soal Hidupnya
Fokus Baru: Mencetak Lebih Banyak Talenta STEM
LPDP kini memberikan perhatian lebih besar pada bidang STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Bidang-bidang ini dianggap memiliki peran penting dalam mendukung daya saing Indonesia di masa depan.
Karena alasan itulah, dari total 31 universitas unggulan, terdapat 14 kampus tambahan yang hanya diperuntukkan bagi pendaftar program STEM. Langkah ini dilakukan untuk mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di bidang yang berkaitan dengan teknologi, riset, rekayasa, dan inovasi.
Selama ini, banyak penerima beasiswa yang memilih jurusan non-STEM ketika berhasil masuk kampus top dunia. Akibatnya, proporsi mahasiswa Indonesia di bidang sains dan teknologi belum tumbuh secepat yang diharapkan.
Melalui kebijakan baru ini, LPDP ingin mengubah arah tersebut dengan membuka lebih banyak pintu menuju universitas yang memiliki reputasi kuat dalam penelitian dan pengembangan teknologi.
Daftar Universitas Unggulan LPDP untuk Semua Program Studi
Sebanyak 17 kampus tetap menjadi pilihan utama yang dapat diakses oleh berbagai bidang studi.
Beberapa nama di antaranya sudah sangat dikenal secara global, seperti Harvard University, Stanford University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of Oxford, University of Cambridge, hingga California Institute of Technology (Caltech).
Artikel Terkait
Gabriel Martinelli Pecahkan Rekor di Piala Dunia 2026, Gol Injury Time Bawa Brasil Singkirkan Jepang
BRI Peduli Gelar Pelatihan Kewirausahaan bagi 60 Purna PMI di Cirebon, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Terminal Lama Tinggal Kenangan? Mulai 1 Juli, Jemaah Umrah dan Haji Khusus Harus Masuk Lewat Pintu Ini
Thomas Tuchel Yakin Bukayo Saka dan Noni Madueke Jadi Senjata Rahasia Inggris di Fase Gugur Piala Dunia 2026
Sosok di Balik Pabrik Semen Indonesia: Ada Raja, Miliarder Sawit, hingga Taipan Eropa
Berhenti Mengejar Passion — Ini yang Lebih Penting dari Itu
Satu Keputusan yang Diambil Orang Sukses di Usia 30 yang Nggak Pernah Diajarkan di Sekolah