Yang Perlu Dilakukan Orang Tua
Amati anakmu saat bermain bebas — di situlah gaya belajar aslinya muncul paling jelas.
Kalau ia suka membangun sesuatu, kemungkinan besar ia kinestetik.
Kalau ia suka bercerita atau mendengarkan dongeng, ia mungkin auditori.
Kalau ia senang menggambar atau menonton video, ia bisa jadi visual.
Baca Juga: Saat Nenek dan Kakek Ikut Mengasuh: Cara Damai Hadapi Beda Parenting Tanpa Ribut
Setelah tahu tipenya, sesuaikan pendekatanmu. Bukan memaksa anak mengikuti metode yang ada — tapi menyesuaikan metode dengan anak.
Gunakan warna dan gambar untuk anak visual.
Ajak diskusi dan bacakan materi keras-keras untuk anak auditori.
Buat eksperimen kecil atau permainan fisik untuk anak kinestetik.
Percayai Prosesnya
Tidak ada anak yang tidak bisa belajar.
Yang ada hanyalah anak yang belum menemukan jalan masuk yang tepat ke dunia pengetahuan.
Tugasmu bukan memperbaiki anak. Tugasmu adalah memahaminya — lalu membukakan pintu yang selama ini mungkin tertutup tanpa sengaja.
Karena ketika seorang anak merasa dipahami, bukan dihakimi — di situlah keinginan belajar yang sesungguhnya mulai tumbuh.***
Artikel Terkait
Strawberry Parenting Versi Indonesia: Bukan Memanjakan, Tapi Cara Baru Mendidik Anak Lebih Kuat
Saat Nenek dan Kakek Ikut Mengasuh: Cara Damai Hadapi Beda Parenting Tanpa Ribut
Terjebak Tren Gentle Parenting dan Isme Lainnya? Ini Alasan Label Gaya Asuh Justru Merusak Ibu dan Anak
Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?
Keluar dari Labirin Piksel: Memahat Ruang Aman Ibu dan Anak di Dunia yang Telanjur Digital
Grup WhatsApp Parenting: Sumber Dukungan atau Sumber Stres Baru?