Kultum Nuzulul Qur’an Singkat Penuh Makna: Menghidupkan Cinta Al-Qur’an di Malam 17 Ramadan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 6 Maret 2026 | 09:50 WIB
Kultum Nuzulul Qur’an singkat penuh makna tentang turunnya Al-Qur’an di malam 17 Ramadan. (Pixabay)
Kultum Nuzulul Qur’an singkat penuh makna tentang turunnya Al-Qur’an di malam 17 Ramadan. (Pixabay)

TITIKTEMU.CO – Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam di bulan Ramadan. Peristiwa ini mengingatkan kembali kepada turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.

Nuzulul Qur’an diperingati setiap 17 Ramadan, yang menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut contoh kultum Nuzulul Qur’an singkat penuh makna yang dapat disampaikan dalam kegiatan Ramadan di masjid, mushala, sekolah, atau lingkungan masyarakat.

Kultum Nuzulul Qur’an Singkat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan.

Baca Juga: 11 Link Twibbon Nuzulul Quran 2026: Bingkai Foto Menarik untuk Status WhatsApp, Instagram, Facebook dan X

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pada malam yang mulia di bulan Ramadan, umat Islam memperingati Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.

Peristiwa ini bukan hanya sekadar sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus kita pegang teguh.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa kitab suci ini diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, pembeda antara yang benar dan yang salah, serta sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Namun pada kenyataannya, masih banyak di antara kita yang hanya membaca Al-Qur’an pada waktu-waktu tertentu saja, bahkan ada yang jarang membacanya.

Baca Juga: Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat 19 Maret

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X