Kemenag Bahas Skema Pendirian Pesantren Internasional di Indonesia

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 13 Maret 2025 | 19:35 WIB
Rapat koordinasi antar-kementerian/lembaga terkait pembangunan Peantren Internasional (Kemenag.go.id)
Rapat koordinasi antar-kementerian/lembaga terkait pembangunan Peantren Internasional (Kemenag.go.id)

Tiga Opsi Pengembangan Pesantren Internasional

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa konsep pesantren internasional bisa mengadopsi model Madrasah Internasional Insan Cendekia, yang telah memiliki sistem kelembagaan dan tenaga pengajar yang siap.

Dirjen menyebutkan bahwa ada tiga opsi yang tengah dipertimbangkan dalam pengembangan pesantren internasional ini:

1. Mendirikan pesantren internasional dari nol, dengan standar kurikulum global yang sudah disesuaikan.

Baca Juga: Mutasi Polri Terbaru Maret 2025: 10 Pati Jadi Kapolda, Polwan Naik Jabatan, dan 63 Personel Pensiun!

2. Mengembangkan Madrasah Aliyah Istiqlal, yang saat ini berstatus swasta, untuk kemudian dinegerikan.

3. Membangun pesantren baru dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta, agar lebih fleksibel dalam pendanaan dan pengelolaan.

> "Jika membangun dari nol, tantangannya adalah standarisasi yang harus lebih matang. Negara memang tidak bisa mendirikan lembaga swasta seperti pondok pesantren, tetapi bisa memfasilitasi dan mendampingi lembaga yang berbadan hukum," jelas Dirjen.

Baca Juga: Sekolah Gratis Swasta di Jakarta Mulai Diterapkan Tahun Ini. Berikut Syaratnya

Selain aspek akademik, pesantren internasional ini juga akan menerapkan sistem multilingual agar lulusannya mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa.

Entrepreneurship juga akan menjadi bagian dari pendidikan, sehingga santri tidak hanya memahami ilmu agama tetapi juga siap menghadapi dunia kerja dan bisnis.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Panduan Makan Bergizi Gratis untuk Pesantren: Program Sehat, Berkarakter, dan Bermoral

Dukungan Penuh untuk Guru dan Santri

Pemerintah menegaskan bahwa pendirian pesantren internasional ini akan memperhatikan kesejahteraan guru dan keberlangsungan pendidikan bagi santri.

Dengan kurikulum yang lebih inovatif, lulusan madrasah diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri atau langsung terjun ke dunia profesional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X