Perbedaan cara pandang ini merupakan pemicu konflik dalam komunikasi rumah tangga mereka.
"Sesuatu hal menjadi tidak penting bagi suami, sehingga tidak perlu dikomunikasikan. Sementara istri hal tersebut merupakan sesuatu hal penting yang perlu dikomunikasikan," tulis penelitian yang itu.
Pola Komunikasi Penyebab Perceraian
ETTISAL Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada tahun 2017 lalu, mengungkap pola komunikasi suami dan istri yang menjadi penyebab perceraian:
Kurangnya Sikap Percaya
Sikap percaya dapat berkembang apabila masing-maasing pasangan saling jujur dan saling menerima kekurangan satu sama lain.
Hilangnya kejujuran akan memunculkan ketidakpercayaan antar pasangan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap hubungan interpersonal suami dan istri.
Kejujuran dan penerimaan dari masing-masing pasangan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan dalam rumah tangga.
Kurangnya Sikap Suportif
Sikap suportif menjadikan masing-masing pasangan saling memahami pesan yang disampaikan satu sama lain.
Kurangnya sikap suportif membuat pasangan tidak mampu memecahkan setiap permasalahan yang muncul dalam keluarga.
Terbangunnya sikap mendukung dalam rumah tangga akan menghilangkan kecemasan dari masing-masing pasangan.
Artikel Terkait
Toyagama, Penyedia Layanan Air Minum Gratis Bagi Mahasiswa UGM
Kerennya Kalau Mahasiswa UGM Kenalkan Program Olah Sampah Jadi Energi Listrik
Tips Lolos Wawancara SKB CPNS 2024: Rekomendasi Jawaban yang Tepat saat Seleksi
Waspada Terhadap Aktivitas Patahan Sesar Garsela: Simak 6 Upaya Percegahan dan Perlindungan Bencana Ini Segera
Berkaca dari Ingar Bingar Nikita Mirzani dan Lolly di Medsos: Menjaga Kesehatan Anak Remaja Dimulai dari Orang Tuanya
Ketahui Tanda Pelecehan Seksual pada Anak di Sekolah, Salah Satunya Anak Cenderung Enggan Terus Terang