UGM juga membuat pemantauan terhadap kondisi instalasi atau water fountain tidak dapat dilakukan dengan cepat sehingga muncul keluhan aliran air kecil atau tidak mengalir. Wiwit menyebutkan kedepannya Toyagama akan lebih banyak melakukan pemenuhan kebutuhan air minum sekaligus melakukan edukasi kepada stakeholders agar seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kualitas layanan dengan baik. “Harapannya ke depan, Toyagama dapat memenuhi seluruh kebutuhan air minum UGM dan menjadi produk lokal kebanggan UGM yang mendukung kualitas kesehatan civitas UGM,” pungkasnya.
Artikel Terkait
7 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jateng
Siswa MTsN 5 Demak Ciptakan Teknologi Tenaga Surya Pemurnian Air
Kampung Suryatmajan Punya Hasil Jambu Air Yang Mantap
250 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan