TITIKTEMU.CO, Universitas Gadjah Mada menerima sebanyak 2.830 mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang diumumkan Kamis minggu lalu. Para mahasiswa ini diterima di 93 prodi, terdiri dari 71 prodi sarjana dan 22 prodi sarjana terapan.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan jumlah yang diterima lewat jalur SNBT sebanyak 2.830 orang yang merupakan hasil seleksi dari jumlah pendaftar yang mencapai 91.926 orang peserta. “Total jumlah pendaftar SNBT yang memilih kuliah di UGM sekitar 91.926 peserta,” kata Wening.
Berdasarkan rerata tingkat keketatan seleksi pada jalur SNBT kali ini menurut Wening sangatlah ketat. “Rerata persentase tingkat keketatan dari seluruh prodi sebesar 3,08 persen,” ujarnya.
Baca Juga: KEREN ! Tim Semar UGM Siap Berlaga di Kompetisi Mobil Hemat Energi
Persentase tingkat keketatan ini diambil dari persentase perhitungan dari jumlah pendaftar dengan tingkat daya tampung. Semakin besar persentase rerata tingkat keketatan seleksi maka daya saing makin rendah. Sebaliknya semakin kecil angka persentase keketatan maka tingkat persaingan semakin tinggi.
Wening menyebutkan ada 30 prodi terketat di jalur SNBT UGM kali ini. Dari empat klaster bidang ilmu yakni Agro, Kesehatan dan Kedokteran, Saintek, dan Soshum pada program Sarjana, Wening menyebutkan lima prodi dengan tingkat keketatan tertinggi untuk klaster Kesehatan dan Kedokteran, yakni prodi Kedokteran 1,39%, prodi Gizi 2,75%, Ilmu Keperawatan 3,06%, Kedokteran Gigi 3,33% dan Farmasi 3,59%.
Selanjutnya untuk klaster Saintek, ada prodi Teknologi Informasi 1,60%, Ilmu Komputer 1,97%, Arsitektur 2,54%, Teknik Sipil 2,92% dan Teknik Industri 2,94%. Untuk kluster Agro, lima prodi dengan tingkat keketatan tertinggi yakni prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian sebesar 3,25%, diikuti prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 5,59%, Penyuluh dan Komunikasi Pertanian 7.41%, Proteksi Tanaman Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 7,54% dan Mikrobiologi Pertanian 8,21%.
Sedangkan untuk kelompok klaster Soshum, lima prodi keketatan tertinggi adalah prodi Ilmu Komunikasi 1,49%, Ilmu Hubungan Internasional 1,62%, Psikologi 1,69%, Manajemen 1,73% dan Akuntansi 1,94%.
Baca Juga: KEREN ! Nikita Membuktikan Disabilitas Bisa Menjadi Sarjana UGM
Sedangkan untuk jenjang program Sarjana Terapan, lima prodi klaster Saintek dengan rerata tingkat keketatan tertinggi ada pada prodi Manajemen Informasi Kesehatan 0,95%, Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil 1,27%,Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 1,34%, Teknologi Rekayasa Mesin 1,94% dan prodi Pengelolaan Hutan 1,95%. Adapun lima prodi di klaster Soshum, yakni prodi Akuntansi Sektor Publik 0,83%, Bahasa Inggris 0,91%, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi 1,19%, Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional 1,33%, dan prodi Perbankan 1,40%.
Sekretaris Universitas (SU) UGM, Dr. Andi Sandi mengatakan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru yang diterima lewat jalur SNBT tidak mengalami kenaikan atau sama dengan besaran UKT yang berlaku tahun 2023/2024.
Soal Iuran Pengembangan Institusi, kata Sandi, UGM hanya menerapkan IPI bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Seleksi Mandiri 2024 dan masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul. IPI tidak dibebankan kepada mahasiswa baru yang masuk melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri yang masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi. “IPI dibayarkan satu kali sepanjang masa perkuliahan dengan besaran Rp20 juta untuk kelompok bidang ilmu Sosial dan Humaniora dan Rp 30 juta untuk kelompok bidang ilmu Sains, Teknologi, dan Kesehatan,” katanya.
Baca Juga: Pesawat Tanpa Awak Karya Guru Besar UGM , Tidak Kalah Dengan Buatan Luar Negeri
Meski begitu, imbuh Sandi, penerapan UKT dan IPI ini diharapkan tidak menghambat calon mahasiswa untuk terus melanjutkan pendidikan di UGM. Selain itu, UGM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membayar IPI dengan cara mengangsur.
Mahasiswa yang masuk dalam kelompok UKT 1 dan UKT 2 masih termasuk dalam kelompok UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi yang dikenakan tarif sebesar nol rupiah alias gratis. Selanjutnya bagi mahasiswa baru yang masuk kategori UKT 3 hingga UKT 5 jumlahnya bervariasi karena masuk dalam kelompok UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi dari 75 persen, 50 persen hingga 25 persen.
Artikel Terkait
Pesawat Tanpa Awak Karya Guru Besar UGM , Tidak Kalah Dengan Buatan Luar Negeri
RSA UGM Pelopori Layanan Wisata Kesehatan , Seperti Apa ?
Meski Lulus Sarjana Tercepat di UGM, Namun Edo Mengaku Menikmati Proses Perkuliahan
KEREN ! Nikita Membuktikan Disabilitas Bisa Menjadi Sarjana UGM
KEREN ! Tim Semar UGM Siap Berlaga di Kompetisi Mobil Hemat Energi