TITIKTEMU.CO, Satu amalan yang hanya ada pada bulan Ramadhan adalah shalat Tarawih. Lalu kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih yang utama atau sebaiknya?
Waktu Shalat Tarawih Shalat tarawih adalah amalan sunah di bulan Ramadhan yang mempunyai waktu tertentu (an-naflul muaqqat).
Waktu shalat Tarawih dimulai setelah mengerjakan shalat Isya’ hingga munculnya fajar shadiq, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya Al-Minhajul Qawim: ووقتها بين فعل صلاة العشاء وطلوع الفجر كالوتر
Artinya, “Waktu shalat Tarawih adalah di antara shalat Isya’ dan terbitnya fajar, sama seperti shalat Witir.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhajul Qawim, [Beirut: Darul Kutubil Ilmiyah], halaman 139).
Baca Juga: Tata Cara dan Niat Sholat Tarawih 8 dan 20 Rakaat Bulan Ramadhan yang Benar Lengkap dengan Doa
Dari sini dapat disimpulkan, waktu pelaksanaan shalat Tarawih termasuk waktu yang muwassa’. Muwassa’ berarti waktu pelaksanaannya luas dan bisa dilaksanakan di awal atau di akhir waktu, sesuai waktu senggang umat Islam.
Waktu Utama Shalat Tarawih Ada beberapa pendapat ulama mengenai waktu yang lebih utama untuk melaksanakan shalat Tarawih. Setidaknya ada dua waktu yang dianggap sebagai waktu utama untuk mendirikan shalat tarawih, yakni;
1. Setelah Melewati Seperempat Pertama Waktu Malam Pertama, pendapat Imam Al-Halimi yang mengatakan bahwa waktu Tarawih yang utama adalah setelah melewati seperempat malam yang pertama: أما وقت التراويح المختار فقال الحليمي يدخل بمضي ربع الليل الأول
Artinya, “Adapun waktu Tarawih yang utama menurut Imam Al-Halimi adalah setelah melewati seperempat malam yang pertama.” (Hajar al-Haitami, Al-Fatawal Fiqhiyatul Kubra, jilid II, halaman 187).
2. Sepertiga Malam Terakhir Seperti Shalat Witir Sedangkan Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Al-Fatawal Fiqhiyah menjelaskan, waktu Tarawih yang utama itu sama dengan waktu utama pelaksanaan shalat Witir, yakni sepertiga malam.
Baca Juga: Teks Doa Sholat Tarawih dan Witir Lengkap dengan Bacaan Dzikir: Tulisan Arab dan Artinya
وإن أول وقتها المختار، وهو وقت الوتر المختار، وهو ثلث الليل كالعشاء، ومحله فيمن لم يرد التهجد أما من يريده فالأفضل له أن يكون بعد النوم
Artinya, “Awal waktu Tarawih yang utama itu sebagaimana waktu utama untuk shalat Witir, yakni sepertiga malam, seperti shalat Isya'. Waktu utama ini bagi orang yang tidak ingin melaksanakan tahajud, adapun orang yang ingin melaksanakan shalat tahajud maka yang utama adalah mengerjakan shalat tarawih setelah tidur.” (Al-Haitami, II/188).
Akan tetapi Ibnu Hajar Al-Haitami lebih merinci lagi. Bahwa waktu utama yang Al-Halimi sebutkan itu bagi orang yang tidak akan melaksanakan shalat tahajud. Adapun orang yang ingin melaksanakan shalat tahajud, maka yang utama adalah mengerjakan shalat Tarawih setelah tidur.
Wallahu a’lam.
Sumber: https://islam.nu.or.id/ramadhan/waktu-utama-shalat-tarawih-sV2ec
Artikel Terkait
Umat Islam Boleh Salat Tarawih di Masjid, Begini Kata MUI
Tata Cara dan Niat Sholat Tarawih 8 dan 20 Rakaat Bulan Ramadhan yang Benar Lengkap dengan Doa
Teks Doa Sholat Tarawih dan Witir Lengkap dengan Bacaan Dzikir: Tulisan Arab dan Artinya