TITIKTEMU.CO, Ratusan pelajar tingkat SMP di Kabupaten Rembang beradu kemampuan dalam Bahasa Jawa melalui berbagai lomba, pekan lalu. Di antaranya, nyerat cerkak atau cerita pendek, kemudian maos dan nyerat cerkak, sesorah (pidato berbahasa Jawa), dan dongeng.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Kabupaten Rembang Ulyah mengatakan, lomba digelar dalam rangka melestarikan Bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Mengingat, saat ini bahasa Jawa sudah mulai ditinggalkan.
“Bahasa Jawa ini sudah mulai luntur dan tergerus oleh kemajuan zaman. Banyak anak jarang yang bisa menggunakan Bahasa Jawa,” ungkap Ulyah.
Baca Juga: Sastra Jawa Masih Bertahan Dan Diminati Anak Muda, Ini Contohnya
Disampaikan, festival Bahasa Ibu ini sudah digelar tiga kali. Dengan total lebih dari 200 peserta, juri akan memilih juara per kategori dan juara I di masing-masing kategori lomba akan mewakili Rembang ke event serupa tingkat Jawa Tengah, pada akhir November 2023.
Ulyah menjelaskan, Bahasa Jawa disebut bahasa ibu, sebab Bahasa Jawa merupakan yang pertama diajarkan seorang ibu kepada anaknya saat kecil.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin berharap, para pelajar bisa turut menjaga kelestarian budaya dan Bahasa Jawa.
“Mugi-mugi anggenipun para putra saged ndherek nguri-uri budaya Jawi (Berharap para generasi muda bisa ikut melestarikan budaya Jawa), ” ungkapnya.
Baca Juga: Lihat, Kompetisi Bahasa dan Sastra Jawa di Yogya, Ternyata Tak Pernah Sepi Peminat
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Sutrisno berharap, pelaksanaan festival tahun depan ada penampilan seninya. Dicontohkan ada seni teater tradisional, wayang, ataupun kethoprak.
“Bisa satu atau dua adegan kula kinten langsung sae lan langsung saged dinikmati penonton ingkang kathah. Mangga MGMP Bahasa Jawi saged ngrancang kangge tahun depan (Bisa satu atau dua adegan saya kira bagus dan langsung bisa dinikmati penonton banyak. Mari MGMP Bahasa Jawa dapat merancang buat festival tahun depan),” tuturnya.
Artikel Terkait
Lihat, Kompetisi Bahasa dan Sastra Jawa di Yogya, Ternyata Tak Pernah Sepi Peminat
Keren, Ada Lomba Bertutur Di Jogja Yang Mengembangkan Literasi Pelajar
Sastra Jawa Masih Bertahan Dan Diminati Anak Muda, Ini Contohnya
Pemkot Pekalongan Mengajak Anak Mendongeng Di Festival Literasi