وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dakwah merupakan salah satu upaya untuk mengajak dan menyeru sesama agar terus berada dalam kebenaran dan kemaslahatan. Dakwah tidak harus berada di atas mimbar atau pun di panggung-panggung besar, namun bisa kita lakukan mulai dari diri kita, keluarga, tetangga dan masyarakat luas. Karena itu, kita semua sebagai umat Islam memiliki tanggung jawab untuk terus berdakwah dan mengajak pada kebenaran.
Keharusan berdakwah sebagaimana ditegaskan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an, yaitu:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ‘Imran, [3]: 104).
Merujuk pada penjelasan Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi dalam kitab Tafsir wa Khawathirul Umam, ia menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah kepada semua umat Islam untuk saling mengajak pada kebaikan. Orang yang tahu banyak hal tentang kewajiban-kewajiban dalam Islam, maka ia wajib untuk mengajak orang lain untuk mengerjakan kewajiban tersebut. Bahkan orang yang hanya tahu pada satu hukum wajib, ia harus mengajak orang lain yang belum tahu pada hukum tersebut.
Oleh karena itu, kita semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk saling mengajak dan mengingatkan kepada sesama. Jika saudara seagama kita tergelincir pada kesalahan, maka tugas kita adalah menasihatinya, kemudian mengajaknya kembali pada jalan yang benar.
Baca Juga: Tradisi Meron Di Pati, Untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Berdakwah pada hakikatnya bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja. Termasuk juga berdakwah pada momentum-momentum perayaan maulid nabi.
Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad merupakan momentum yang sangat tepat untuk berdakwah, mengenalkan sosok Nabi Muhammad yang sangat mulia dan luhur, menceritakan semua keteladanan hidupnya yang penuh dengan kesabaran, dan mengajak pada kebaikan. Menjadikan acara-acara maulid untuk sarana dakwah merupakan salah satu perbuatan yang sangat mulia.
Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dalam kitab al-I’lam bi Fatawa Aimmatil Islam Haula Maulidihi ‘alaihis Shalatu was Salam, ia mengatakan:
Artikel Terkait
Subhanallah, Ini 10 Keutamaan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nuzulul Quran, Sejarah Turunnya Wahyu Pertama yang Diterima Nabi Muhammad SAW
Menag Ajak Belajar Kebaikan dan Kemanusiaan Rasulullah, Dalam Peringatan Maulid Ini
Mitos Menikah di Bulan Maulid Bisa Sial, Itu Tidak Benar. Penjelasannya Begini
Maulid Nabi Muhammad SAW, Erick Thohir Sowan ke Kiai NU dan Nyekar ke Makam Gus Dur dan Safari ke Ponpes