Sementara Sekretaris Universitas UGM, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, SH., LLM., menyampaikan bahwa UGM berkomitmen menjadi kampus yang inklusif. Hal itu dilakukan dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk belajar di UGM termasuk bagi penyandang disabilitas, kurang mampu secara ekonomi, dan daerah 3T. Yubita merupakan bukti nyata UGM mewujudkan pendidikan bermartabat, toleran terhadap keberagaman dan inklusif.
Artikel Terkait
Keren, Tunanetra Bukan Halangan Menjalani KKN Di UGM
Kisah Farrel, Dengan Keterbatasan Berhasil Menjadi Sarjana Dengan Gelar Cumlaude
Alhamdulilah Mahasiswi UGM Ini Dapat Bantuan Kaki Palsu
Kisah Inspiratif Apia, Anak Petani Gunung Lawu Peroleh Beasiswa S1-S3 di UGM