“Sekalipun dari pelosok desa, anak dari seorang petani yang tidak mendapatkan akses pendidikan formal, ekonomi pas-pasan, orang tua pun juga sudah tidak lengkap, tetap jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Kita berhak untuk bermimpi tinggi dan meraihnya. Doakan, semoga ilmu yang diperoleh berkah dan bisa selalu bermanfaat untuk sesama,” pesan Apia yang bercita-cita ingin menjadi akademisi dan peneliti.
Kisah Apia ini tentu sangat inspiratif. Latar belakang keluarga kurang mampu tidak menjadikan penghalang bagi seseorang untuk mengakses pendidikan yang tinggi. Tidak sedikit anak bangsa seperti Apia yang diterima kuliah di UGM dengan dukungan beasiswa pendidikan yang dikelola UGM untuk memperlancar proses studi hingga akhir. Hal ini menunjukkan komitmen kuat UGM sebagai perguruan tinggi yang mendorong terwujudnya pendidikan tinggi berkualitas dan inklusif bagi semua masyarakat, termasuk bagi masyarakat miskin, difabel, dan daerah 3T.
Artikel Terkait
Keren, Mahasiswi UGM Jadi Mahasiswa Berprestasi nasional
Mimpi Keluarga Menuntut Ilmu Di UGM Terbayar Lunas Yosia Deby Septiyawati
Cerita Indah Yang Melunasi Keinginan Berkuliah Di Teknik Kimia UGM
Kisah Rahmat Yang Gagal Belajar ke Cina Malah Pergi Ke Amerika
Kisah Farrel, Dengan Keterbatasan Berhasil Menjadi Sarjana Dengan Gelar Cumlaude