TITIKTEMU.CO MAGELANG - Biasanya sawah identik dengan petani. Dengan pakaian lusuh penuh lumpur, mereka sehari-hari berjibaku menanam padi dan tanaman lainnya sehari-hari.
Tapi tidak di Magelang, Jawa Tengah. Di tempat ini, ada sawah yang tidak hanya dikunjungi petani, tapi selalu ramai oleh wisatawan.
Baca Juga: Pantai Kertomulyo, Destinasi Wisata Mangrove di Pati
Baca Juga: Kelompok Wanita Tani di Rembang Ubah Lahan Tidur untuk Budidaya Sayuran
Mulai artis, pejabat hingga kalangan millenial, semuanya ramai-ramai berkunjung ke tempat itu. Adalah Svarga Bumi, sawah yang naik kelas menjadi destinasi wisata unggulan di Magelang.
Sejak dibuka pada 8 Agustus 2020 lalu, Svarga Bumi menjadi sawah yang ramai dikunjungi wisatawan dan viral di media sosial.
Baca Juga: Vaksinasi Booster Wonogiri Dimulai 14 Januari 2022, Bupati Joko Sutopo Prioritaskan 208 Ribu Lansia
Konsep wisata alam yang diusung di tempat itu sangat menarik. Di tengah-tengah sawah, dibuat banyak spot foto yang instagramable. Selain itu, lokasinya yang hanya 300 meter dari Candi Borobudur, membuat lokasi itu begitu eksotis.
Orang bisa berfoto dengan background persawahan juga Candi Borobudur. Selain bisa berfoto ria, para pengunjung juga bisa melihat aktivitas petani yang sibuk menggarap sawahnya setiap hari. Seperti tidak terusik dengan ramainya pengunjung, para petani itu tetap santai menggarap sawahnya.
"Tema Svarga Bumi adalah pelestarian alam dengan nilai tambah. Jadi, kami tetap mempertahankan sawah sebagai tempat bercocok tanam, dan memberikan nilai tambah dengan mendatangkan wisatawan," kata penggagas Svarga Bumi, Putranto Cahyono, seperti dikutip TITITKTEMU.CO dari laman Disporapar Jateng.
Baca Juga: Mengenal Getuk Nylekitho Kuliner Khas Pedesaan di Cilacap
Pungky, sapaan akrab Putranto, menambahkan destinasi wisata itu ia konsep sejak Juli 2019 lalu. Karena tak ingin hanya Borobodur yang menjadi jujugan wisatawan, ia memutar otak dengan mengembangkan destinasi baru.
Dengan tetap mempertahankan Candi Borobudur sebagai icon, ia menyulap sawah yang biasanya hanya untuk bercocok tanam menjadi destinasi wisata unggulan.
"Sawah-sawah ini masih 100 persen milik petani, jadi kami menyewa sawah ini kepada mereka. Tapi, mereka tetap bisa menggarap sawahnya, bahkan kami suplai keperluan mereka, mulai air, pupuk hingga bibit bagi petani untuk terus menanam di sini. Saat panen, kami tidak meminta sedikitpun hasilnya," jelasnya. ***
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Optimis Sektor Parekraf Berkontribusi Besar Bangkitkan Ekonomi di Tahun 2022
Wisata Toga Rejowinangun Purworejo, Mampu Pikat Wisatawan Luar Daerah
Lanthing, Makanan Ringan Khas Kebumen yang Renyah dan Gurih
Menyambangi Gligir Pasang, Perkampungan Tertinggi di Kabupaten Klaten
Agroeduwisata Krisan, Upaya Pemkab Kulon Progo Tingkatkan Produksi Tanaman Buah
Dimsum Uma Yumcha, Kuliner Kekinian di Pasar Condronegaran Yogyakarta
Mau Wisata ke Lawang Sewu? Cek Tarif Masuknya Berlaku Efektif Mulai 10 Januari 2022
Sport Bike dan Camping Ground Kenjuran-Kaliwayang Kendal Sudah Diresmikan
Wajah Baru Obyek Wisata Air Panas Bayanan Sambirejo Sragen
Pertamina Dukung Suhada Food untuk Ekspansi Usaha Kuliner
Sudah Dibuka Kampoeng Air Resto Pati, Lokasinya di Jalan Juwana-Rembang