Kelompok Wanita Tani di Rembang Ubah Lahan Tidur untuk Budidaya Sayuran

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 Januari 2022 | 05:02 WIB
Lahan tidur luas 1,2 hektare lahan tidur mampu diberdayakan kelompok wanita tani Tegaldowo  Rembang dan hasilkan beraneka ragam sayuran. (pic.jatengprov.go.id)
Lahan tidur luas 1,2 hektare lahan tidur mampu diberdayakan kelompok wanita tani Tegaldowo Rembang dan hasilkan beraneka ragam sayuran. (pic.jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO REMBANGKelompok wanita tani (KWT) Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Rembang berhasil mengubah lahan tidur luas 1,2 hektare yang semula menganggur, kini mampu diberdayakan, dan menghasilkan beraneka ragam sayuran.

Kepala Desa Tegaldowo Kundari mengatakan, lahan berstatus lahan desa ini ditangani oleh KWT, dan tersebar di empat titik, dan sudah berjalan selama tujuh bulan.

Baca Juga: INFO LOKER: PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah Membuka Lowongan untuk Lulusan S1

Baca Juga: Sultan Ghozali Raup Miliaran Rupiah dari Jualan Foto Selfi Lewat NFT. Khok bisa ya...

“Yang aktif empat (bidang) lahan, terus ada satu demplot Hatinya PKK, ada contoh berbagai macam sayuran, biar warga bisa melihat langsung. Di depan balai desa juga ada demplot, khusus tanam sayuran,” ujarnya saat ditemui di lahan Desa Tegaldowo, Jumat (14/1)

Disampaikan, sayuran yang ditanam meliputi kembang kol, buncis, tomat, cabai merah, cabai rawit, wortel, terong, bawang merah, mentimun, dan sejumlah sayuran lainnya.

Baca Juga: Vaksinasi Booster Wonogiri Dimulai 14 Januarin 2022, Bupati Joko Sutopo Prioritaskan 208 Ribu Lansia

Pada 2022 ini, pihaknya bertekad untuk semakin mengembangkan pusat budidaya sayuran.

“Untuk titik-titik tersebut, akan ada penambahan,” tandasnya.

Terkait pemasaran, pihaknya juga ikut membantu, yakni mulai dari mengikutkan hasil panen dijual ke pasar tani yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, hingga menjual secara online.

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 6,7 Banten, Rumah Warga di Pandeglang Alami Kerusakan

Untuk harga, menurutnya lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Kita jual dalam bentuk parcel juga ada, menyesuaikan pesanan,” imbuh kades.

Ditambahkan, dengan cara semacam ini, tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sayuran secara swadaya, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja keras, kekompakan di kalangan KWT dan tentunya ada nilai ekonomis yang bisa dirasakan bersama-sama. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X