TITIKTEMU.CO PURWOREJO - Wisata Tanaman Gizi Keluarga, Tanaman Obat Keluarga (Taga Toga) yang digagas Desa Rejowinangun Kecamatan Kemiri, rupanya mampu memikat wisatawan dari luar daerah.
Pengunjung dimanjakan dengan berbagai tanaman obat yang segar, tanaman sayuran nan hijau hingga sejumlah jenis tanaman bunga yang saat ini sedang tren dikalangan pecinta tanaman hias.
Baca Juga: Sandiaga Uno Optimis Sektor Parekraf Berkontribusi Besar Bangkitkan Ekonomi di Tahun 2022
Baca Juga: Tak Hanya Indah dan Asri, 7 Tanaman Hias Ini Ampuh Menyerap Racun di Udara
Untuk menuju lokasi Rejowinangun jarak tempuhnya sekitar 18 kilometer dari Kota Purworejo. Jalan yang beraspal sangat memudahkan untuk mencapai lokasi. Kanan kiri jalan tampak asri terlihat hamparan bibit pohon berbagai macam tanaman.
Rejowinangun juga sebagai daerah sentra pembibitan yang memasok kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Kalimantan, Jawa timur dll.
Baca Juga: Ini Resep Es Kopi Susu Gula Aren, Dijamin Nggak Kalah dengan Coffee Shop
Tak heran jika setiap pengunjung tidak hanya menikmati keindahan Taga Toga, namun juga foto selfi, bahkan sekaligus membeli tanaman sebagai oleh-oleh. Taga Toga Desa Rejowinangun kini menjadi buruan para pecinta tanaman. Termasuk sebagai acuan belajar dari daerah lain tdalam membudidayakan Taga Toga.
Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkab Purworejo, banyak pihak baik di Purworejo maupun luar daerah mengapresiasi Desa Rejowinangun yang bekerjasama dengan PKK desa untuk menyulap pekarangan menjadi taman Taga Toga yang sekaligus dapat menarik wisatawan. Hal itusangat bagus karena dapat menangkap peluang bisnis, yang sekarang booming dengan tanaman hias. Juga memiliki manfaat berlipat.
Kepala Desa Rejowinangun Hari Santosa mengungkapkan, bahwa Rejowinangun memang daerah pembibitan tanaman keras, namun seiring berjalannya waktu dipadukan dengan program PKK yakni pemanfaatan lahan untuk Taga Toga. Rejowinangun juga pernah juara I dalam lomba Taga Toga tingkat Kecamatan Kemiri.
Baca Juga: Bikin Meleleh, Ini 7 Kedai Es Krim di Jogja dengan Sajian Menghanyutkan
Bahkan karena peluangnya bagus lanjut Hari Santoso, desa mengadakan gerakan pengolahan pekarangan untuk tanaman Taga Toga di setiap RT. Warga satu RT membagi tugas dengan bergiliran merawat tanaman yang hasilnya untuk bersama dalam satu RT.
“Masyarakat antusias dan Alhamdulilah banyak pengunjung yang datang dari Jakarta Bogor, Jogja, dll. Ini sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya. ***
Artikel Terkait
Gudeg Mbarek, Pilihan Tepat Menyantap Gudeg Asli Jogja
Liburan ke Jogja? Ini 7 Kuliner di Kawasan Malioboro yang Super Duper
Berburu 7 Kuliner Kaliurang, Sisi Lain Jogja yang Layak Dicoba
Angkringan Widoro Klaten: Awalnya Lahan Mangkrak, Sekarang Jadi Tempat Kuliner Kekinian
Wisata Lorong Blothong Banyumas: Lokasinya di Pabrik Gula Kalibagor, Lorongnya Peninggalan Belanda…
Sumba, Salah Satu Destinasi Terbaik di Asia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2022
Desa Wisata Favorit, Mulai dari Nglanggeran Gunung Kidul hingga Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur
Desa Wisata Nglanggeran Memang Menakjubkan, Ini 5 Objek Wisata yang Ditawarkan