Baca Juga: Kopi Lokal Papua Bersiap Go Global
Petik Kopi
Sekitar 20 menit berjalan kaki, sampailah wisatawan di tengah pepohonan kopi. Di sesi puncak ini, mereka diperkenalkan lebih detil tentang cara memetik buah kopi.
Selanjutnya, mereka dengan suka cita ikut memanen kopi. Memilih buah yang benar-benar sudah berwarna merah, memetik, dan menampungnya dalam keranjang.
Mereka juga dikenalnya dengan cara perawatan tanaman kopi. Antara lain memotong batang yang rusak karena sudah tidak berproduksi.
Baca Juga: Program Ngopi Doeloe mengangkat kopi Ulubelu raih penghargaan ISDA 2021
Mbah Setro pun terlihat antusias menjelaskan detil cara memanen, dan penanagnanan pasca panen. Pria dengan keramahan khas warga pedesaan ini sudah 40 tahun menjadi petani kopi.
Semua pengerjaan dilakukannya sendiri. Mulai dari memanen, perawatan, peremajaan tanaman, hingga pasca panen. ***
Artikel Terkait
Ini Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, Suka yang Mana?
Lagi Tren, Ini 7 Destinasi Wisata Kopi Terbaik
Merancang Wisata Kopi di Lereng Gunung Lawu Wonogiri
Kopi Hitam vs Kopi Instan, Mana yang Lebih Baik?
Kopi Single Origin, Kopi Blend, Apa Sih Maksudnya?
Hari Kopi Sedunia, Ini Citarasa Kopi Indonesia
Java Preanger, Secangkir Kopi dari Jawa yang Mendunia
Sering Salah Membeli Kopi? Begini Caranya, Gaes...