PT KAI dan Kementerian Perhubungan telah meningkatkan kualitas jalur. Salah satunya dengan mengganti rel lama menjadi rel beton yang lebih modern.
Peningkatan ini mampu mempercepat laju kereta hingga 40–60 km per jam dan memangkas waktu tempuh sekitar 30 menit.
Dengan segala keunikan dan nilai sejarahnya, KA Batara Kresna bukan sekadar transportasi. Tapi perpaduan antara perjalanan, wisata, dan nostalgia di jalur rel berusia lebih dari 100 tahun.***
Artikel Terkait
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya
Pagi di Wonosobo Selalu Punya Pesonanya Sendiri: Kabut, Roti Bakar, dan Secangkir Kopi
Slow Living di Gunungkidul Memang Menyenangkan, Syaratnya: Lupakan Gaya Necis ala Kota
Desa Wotawati Gunungkidul Viral: Matahari Terbit Jam 8 Pagi, Tenggelam Jam 3 Sore
Sisi Lain Salatiga di Balik Kenyamanannya, Bakal Gantikan Jogja sebagai Kota Slow Living?
Lasem Rembang, Destinasi Wisata Penuh Sejarah, Sekadar untuk Singgah atau Menetap?